4 April 2018

Negara Bisa Pecah Karena Tiga Faktor, Pengamat: Ketiganya Ada di Indonesia

Negara Bisa Pecah Karena Tiga Faktor, Pengamat: Ketiganya Ada di Indonesia


www.gelora.co - Di acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (03/04), ekonom Rizal Ramli membeberkan tiga faktor yang bisa menyebabkan sebuah negara bubar.

Ketiga faktor itu adalah perpecahan karena isu agama; intervensi asing karena kekayaan alam; dan kepemimpinan yang lemah.

Bagaimana dengan Indonesia? Pengamat ekonomi politik Ronnie Higuchi Rusli menilai ketiga faktor itu ada di Indonesia. 

“Negara pecah karena: agama (Yugoslavia), pemimpin lemah (Unisovyet Gorbachev) dan sumberdaya  alam (Iraq, Suriah dan Libya). Indonesia? Ketiganya ada. Jadi peringatan Prabowo terhadap penulisan yang fiktif itu patut dicermati dengan bijak. Bukan buat berargumentatif menjelang 2019,” tulis Ronnie di akun Twitter @Ronnie_Rusli.

Menurut Rizal Ramli, negara bisa bubar bukan sesuatu yang tidak mungkin. Banyak contoh yang bisa dipelajari, mulai dari kehancuran Uni Soviet, Yugoslavia hingga negara-negara di kawasan Timur Tengah yang porak poranda.

“Apapun bisa terjadi di masa depan, bisa negatif, bisa positif. Dengan demikian sudah seharusnya kita tidak menganggap enteng segala kemungkinan yang ada,” kata Rizal.

Terkait kemungkinan itu, Rizal mengajak semua pihak untuk mencari solusinya. “Tidak usah menunggu 2030, kalau isu agama terus kita gendangin terus, akhirnya pecah nih bangsa. Saya mau kita go beyond apa yang kita bicarakan saat ini dan mencari solusinya,” ujar Rizal Ramli.

Sebelumnya, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menanggapi pernyataan Ketua umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang mengutip prediksi Indonesia bubar pada tahun 2030.

“Jadi, ini adalah warning. Dulu ada negara besar dengan adidaya kuat, Uni Soviet, tidak sampai lima tahun indikasinya, bubar. Berubah menjadi 15 negara. Jadi, kita tanggapi ini dengan positif, jangan sampai terbuai,” ujar Gatot dalam wawancara salah satu stasiun televisi yang diunggah di Youtube (03/04).[ito]

under construction
loading...