5 April 2018

Mendagri: Isu 'Ngibul' Datang dari Tokoh Gagal Jadi Presiden

Mendagri: Isu 'Ngibul' Datang dari Tokoh Gagal Jadi Presiden


www.gelora.co - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyindir pihak yang melontarkan isu 'pengibulan' pembagian sertifikat tanah sebagai orang yang iri karena tak mampu menjadi Presiden.

"(Isu) itu datang dari tokoh yang sedang mimpi jadi Presiden tapi tak kesampaian lalu bilang 'ngibul'," ucapnya, saat memberi pengarahan dalam apel reuni akbar alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), di Sumedang, Kamis (5/4), dikutip dari laman kemendagri.go.id.

Sebelumnya, Ketua Majelis kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menuding Presiden Joko Widodo melakukan pembohongan terkait bagi-bagi sertifikat tanah.

"Ini pengibulan. Waspada bagi-bagi sertifikat, bagi tanah sekian hektare, tetapi ketika 74 persen negeri ini dimiliki kelompok tertentu seolah dibiarkan. Ini apa-apaan?" kata Amien, di Bandung, Minggu (18/3).

Tjahjo menegaskan bahwa yang sudah dan sedang dikerjakan Pemerintah adalah nyata, bukan sekadar program pembagian sertifikat.

Program lainnya, ia mencontohkan, adalah pembangunan infrastruktur di berbagai daerah berupa pembukaan jalur darat, laut, dan udara yang terkoneksi di semua wilayah Indonesia.

Tjahjo juga menyebut Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla serius meningkatkan taraf hidup masyarakat pedesaan dengan menganggarkan Rp70 triliun per tahun untuk pembangunan desa.

Ditambahkannya, 170 kecamatan di daerah perbatasan telah memiliki pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).

"Biar ada yang mencibir, biar ada yang mengatakan program ngibul, tak ada satu pun program yang membohongi," cetus Mendagri.

Tjahjo juga menepis isu Indonesia bubar pada 2030. Ia mengingatkan kepada praja dan alumni IPDN agar menjadi pemimpin yang optimistis dan membangun optimisme di masyarakat.

"Bangun rasa optimisme masyarakat untuk maju. Jangan jadi pemimpin yang pesimis. Dan jangan katakan mau bubar Indonesia, sedih saya. Adik-adik sekalian harus bangun optimisme," ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Prabowo Subianto memprediksi bahwa Indonesia akan bubar pada 2030 akibat ketimpangan kepemilikan aset. Prediksi ini diakuinya berdasarkan narasi sebuah novel.

Menurut Tjahjo, Indonesia harus dipertahankan karena kemerdekaannya ditebus dengan darah para pahlawan.

"Ini harus kita jaga sampai kiamat Indonesia harus tetap ada. Jangan bangun pesimisme," tandasnya.

Diketahui, Amien Rais sempat digadang-gadang maju dalam pemilihan presiden 1999 namun urung. Saat itu, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang meraih kemenangan.

Pada Pemilu 2004, dia maju sebagai calon presiden berpasangan dengan Siswono Yudo Husodo. Namun, ia kalah dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla. [cnn]

under construction
loading...