8 April 2018

Kata Luhut, #2019GantiPresiden Cuma Gerakan Segelintir Orang

Kata Luhut, #2019GantiPresiden Cuma Gerakan Segelintir Orang



www.gelora.co - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menilai gerakan #2019GantiPresiden yang digembar-gemborkan Partai Gerindra cuma diikuti segelintir orang. Ia juga menyebut tak ada masalah dengan gerakan apapun yang bertujuan mengevaluasi kerja pemerintah.

Toh, akhirnya, rakyat yang akan menentukan presiden periode berikutnya. "Ya orang mau bilang ganti, silakan saja, hak dia. Tapi, kita melihat ya akhirnya rakyat yang memutuskan. Jadi, saya pikir, dari indikasi semua tadi apa yang kita lihat peluang itu hanya dimiliki oleh segelintir orang saja sampai hari ini," ujarnya, Minggu (8/4).

Menurut Luhut, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) meraih banyak kesuksesan di berbagai hal. "Bahwa masih ada yang kurang, ya tidak bisa kita pungkiri. Sampai kapanpun pasti ada saja yang kurang," terang dia.

Ia bahkan menantang untuk menemui sumber yang menyebut pemerintah gagal membawa perbaikan selama 3,5 tahun masa Jokowi memerintah.

Dari sisi utang, misalnya, Luhut menjelaskan jumlahnya masih dalam batas wajar, terkendali. Ada perbedaan data utang yang dipaparkan oleh Tommy Soeharto dalam sambutannya di Rapimnas III Partai Berkarya di Solo beberapa waktu lalu. Menurut Tommy, utang pemerintah mencapai Rp4.700 triliun.

Sementara, Kementerian Keuangan mencatat total utang pemerintah hingga Januari 2018 sebesar Rp3.958,7 triliun. Nilai itu bertambah Rp20 triliun dibanding posisi akhir tahun lalu Rp3.938,7 triliun.

Jengkel Difitnah

Selain kemunculan gerakan #2019GantiPresiden dan serangan utang pemerintah, Jokowi juga diterpa dengan perbagai isu, seperti PKI dan keislamannya diragukan. Tak heran, kata Luhut, Jokowi jengkel. Kejengkelan dinilai wajar karena fitnah yang dialamatkan ke Jokowi tak masuk akal.

"Saya setuju kalau Presiden agak jengkel. Sah-sah saja, menurut saya karena beliau juga manusia. Yang satu tuduh soal PKI, kan tidak beralasan sama sekali. Keislamannya pun, itu Ketua Komisi DPR RI kan temannya beliau di solo, dari kecil, sering melakukan salat Jumat bersama-sama," tutur Luhut.

Ia menegaskan isu-isu yang menerpa Jokowi tidak benar. Ia meminta agar masyarakat tidak dibohongi dengan informasi yang tidak benar.

Malah, masyarakat seharusnya beruntung memiliki Presiden Jokowi yang bervisi ke depan. Hanya saja, ia meminta waktu untuk memperbaiki hal-hal yang saat ini dirasa belum baik.

"Bahwa semua belum jadi bagus ya memang baru 3,5 tahun. Kita butuh waktu lagi beberapa waktu untuk memperbaiki ini dan itu sekarang berjalan," tutupnya. [cnn]

under construction
loading...