logo

29 April 2018

Dirut PLN Sebut Percakapannya dengan Menteri BUMN Diedit

Dirut PLN Sebut Percakapannya dengan Menteri BUMN Diedit

Dirut PLN Sofyan Basir

www.gelora.co - Direktur Utama PT PLN, Sofyan Basir, menegaskan jika rekaman percakapan yang bereda antara dirinya dengan Menteri BUMN Rini Soemarno, tidak seutuhnya disebarkan sehingga menimbulkan pemahaman makna yang berbeda. Kendati begitu, dirinya mengaku jika percakapan itu benar dilakukan olehnya.

“Pembicaraan itu ada, antara saya dengan Bu Rini. Karena PLN setiap saat berkonsultasi sama Bu Menteri,” kata Sofyan di sela-sela rakor BUMN di de Tjolomadoe, Karanganyar, Sabtu (28/4/2018).

Pembicaraan tersebut, kata dia, sebenarnya mengenai kerja sama PLN dan Pertamina dengan perusahaan swasta dalam hal investasi penyediaan energi.

"Sebutan ‘saya’ dalam rekaman tersebut, mengacu pada PLN, bukan secara pribadi. Sehingga ‘minta saham’ dalam rekaman tersebut memiliki konteks bahwa PLN meminta saham lebih besar dalam investasi tersebut,” katanya menerangkan.

Jadi, kata Sofyan, dirinya berbicara `kami` dinilai kaki, biasanya menggunakan kata `saya`. “Saya ini PLN, saya bertemu Bu Rini ya PLN, bukan Sofyan Basir. Saya ini PLN,” ujarnya.

Sofyan menegaskan bahwa proyek tersebut hingga saat ini belum terbentuk karena masih belum ada kesepakatan.

“Proyek itu enggak jadi jalan karena kita belum sepakat. Kami kan mintanya saham lebih besar. Gitu kan permintaan saya dalam komunikasi itu. Kami mintanya 30 persen,” tegasnya.

Adapun tujuan PLN meminta saham besar bertujuan agar lebih memiliki kendali dalam perusahaan gabungan itu. Ini dimaksudkan agar PLN dapat bekerja lebih efisien.

“Kalimat Bu Rini itu, pokoknya apapun Pak Sofyan, lakukan untuk kepentingan agar tarif itu bisa lebih baik dan efisien, turun. Apapun, yang penting tidak melanggar hukum. Kalau bisa lakukan, lakukan! Saya kasih restu,” ungkap Sofyan menirukan ucapan Rini. [htc]

Loading...
loading...