21 Maret 2018

Menteri Enggar Jawab Tudingan Rizal Ramli soal Impor Pangan

Menteri Enggar Jawab Tudingan Rizal Ramli soal Impor Pangan


www.gelora.co - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjawab tudingan Rizal Ramli yang menyebut bahwa kebijakan impor selama ini menguntungkan golongan pihak tertentu. Menurut dia, penerbitan Surat Persetujuan Impor (SPI) dilakukan setelah ada rekomendasi dari kementerian teknis terkait.

Artinya, ia menegaskan tidak ada upaya penyalahgunaan jabatan yang ia emban selama hampir dua tahun itu.

"Ini menguntungkan partai politik mana? Saya tegaskan kalau izin impor itu keluar sesuai rekomendasi. Ini impor semua sesuai rekomendasi," ujarnya ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rabu (21/3).

Selebihnya, ia tak mau merespons komentar yang dilempar bekas Menteri Koordinator bidang Kemaritiman itu, termasuk usulannya yang meminta Presiden Joko Widodo untuk mencopot dirinya dari jabatan Menteri Perdagangan.

"Itu tanya Rizal Ramli saja lah," ungkap dia seraya tertawa.

Sebelumnya, Rizal Ramli meminta Jokowi untuk memberhentikan Enggartiasto Lukita sebagai Menteri Perdagangan karena dianggap mengganggu stabilitas ekonomi Indonesia. Hal ini diungkapkan seiring maraknya impor pangan yang terjadi beberapa waktu belakangan.

"Saya minta Presiden Jokowi untuk bertemu secara informal dengan Ketua Partai Nasional Demokrat (Surya Paloh) untuk meminta usulan pengganti Enggartiasto karena sudah membahayakan ekonomi Indonesia," ungkap Rizal saat mengunjungi Kantor CNNIndonesia.com, Selasa (20/3).

Pria yang menobatkan dirinya sebagai calon presiden 2019 itu berpendapat, saat ini impor tidak diperlukan secara mendesak. Namun, ada pihak-pihak yang sedang mencari dana.

Lebih parahnya, kata Rizal, impor dilakukan pada waktu yang tidak tepat, yakni saat panen raya. Kebijakan itu tentu menyebabkan harga anjlok dan merugikan para petani yang sejak lama menantikan hasil tanamnya.

"Biaya politik yang paling besar itu ada di impor pangan," tutur Rizal.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor nonmigas Indonesia pada 2017 tercatat US$132,61 miliar. Angka ini meningkat 13 persen kalau dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu US$116,91 miliar. [cnn]

under construction
loading...