logo

4 Maret 2018

Melimpah, Wanita Ini Jual 132 Galon Air Susunya ke Pria Berbagai Negara

Melimpah, Wanita Ini Jual 132 Galon Air Susunya ke Pria Berbagai Negara

www.gelora.co -  Seorang wanita muda di Siprus meraup ribuan dolar Amerika Serikat (AS) dengan menjual air susu ibu (ASI) kepada para pria di berbagai negara. Stok ASI wanita 24 tahun ini melimpah sejak melahirkan anak dan tak punya tempat untuk menyimpannya.

Rafaela Lamprou mengaku sudah menghasilkan lebih dari USD6.000 dari hasil menjual ASI-nya kepada para pria di berbagai negara. Para “konsumen”-nya rata-rata binaragawan.

Lamprou yang berprofesi sebagai pekerja hotel melahirkan anaknya, Anjelo, pada bulan Agustus lalu. Sejak itu, produksi ASI-nya melimpah hingga kewalahan untuk menyimpannya.

”Jadi, saya bertanya kepada beberapa ibu yang mengalami masalah menyusui jika mereka menginginkannya,” kata Lamprou kepada Caters News Agency. ”Saya mulai memberikannya,” katanya lagi.

Tapi tak lama kemudian, Lamprou mulai mendapat permintaan dari pria yang ingin meminum ASI-nya.

”Ini dimulai dengan pria yang tertarik dengan binaraga,” kata Lamprou, yang juga memiliki anak perempuan berusia 4 tahun, Hailey. 

”Mereka bilang itu bagus untuk membangun otot. Tapi, kemudian saya mulai mendapat pertanyaan dari pria dengan kecenderungan fetish. Sekarang saya menyuplai ASI untuk permintaannya,” ujar Lamprou.

”Agak aneh pada awalnya memberikan ASI kepada pria dengan kecenderungan fetish, tapi selama hanya itu dan tidak minta untuk menunjukkan bagian tubuh saya, saya sama sekali tidak keberatan. Saya berpikiran terbuka,” ujarnya.

Wanita itu juga menawarkan ASI-nya kepada orang-orang melalui grup Facebook. Dia mengaku telah memberikan lebih dari 132 galon air susunya kepada orang asing. Dia secara teratur mengirimnya ke Inggris dan negara lain.

Sang suami, Alex, 33, tak keberatan ketika ASI sang istri diuangkan.”Suami saya sangat mendukung,” katanya. ”Saya tidak yakin berapa lama lagi saya akan melanjutkannya,” imbuh dia, seperti dikutip New York Post, Minggu (4/3/2018). (sn)

Loading...
loading...