6 Maret 2018

Geger! Video Ritual Aliran Sesat, Shalawat Nabi Muhammad Diganti Pancasila

Geger! Video Ritual Aliran Sesat, Shalawat Nabi Muhammad Diganti Pancasila


www.gelora.co - Dunia maya dihebohkan dengan beredarnya video ritual aliran sesat di media sosial.

Video tersebut menunjukkan sekelompok orang yang thawaf dengan membaca shalawat, namun shalawat yang harusnya ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW diganti dengan Shalawat kepada Pancasila, Indonesia, dan Nusantara.

Dalam video ritual yang diunggah akun Twitter Laskar Pembela Islam @.DPP_LPI itu, sekelompok orang berjalan mengelilingi bendera Merah Putih dan Lambang Negara Burung Garuda di dalam petak yang dikelilingi lilin yang menyala.

Dalam petak itu ada kelapa, batu, dan keris, serta benda-benda ritual lainnya. Mereka berjalan berlawanan dengan arah jarum jam seperti thawaf mengelilingi Ka’bah.

Saat berkeliling mereka mengumandangkan shalallah ‘ala Pancasila, shalallah ‘ala Indonesia, shalallah ‘ala Nusantoro. Mereka berkeliling tujuh kali dalam ritual berdurasi lima menit itu.

Usai ritual thawaf, mereka kembali membaca shalawat normal, Allahumma shali ‘ala Muhammad. “Allahumma Shali ‘ala Muhammad!” teriak mereka sambil mengepalkan tangan. Teriakan itu diulang tiga kali.

“Waspadai kelompok ANUS, mulai menyebarkan ritual sesat! WAJIB mencintai Indonesia, WAJIB bela Indonesia dan WAJIB Jaga Indonesia, tp bukan dengan melecehkan Sholawat!!”, Tulis akun LPI.

Beredarnya video ritual terebut sontak mengundang komentar dan kecaman dari warganet.

“Penistaan Agama..! Agama koq dijadikan mainan…klo nggak ngerti ya belajar dulu sama yg ngerti bukan sama org yg paling bodoh,” kata akun Azhar Matang.

“Dulu Baginda Nabi Muhammad SAW, sudah berjuang habis²an untuk kemaslahatan umatnya di muka bumi ini, tp org² BODOH ini malah melecehkan shalawat..Astagfirulloha’adzim..,” tulis akun @anggase90189847.

‏”Innallilahi…Secara tidak langsung mereka sudah melecehkan Sholawat NABI MUHAMMAD 😭 Datang nya dari mana makhluk2 ini,” kata akun @Bhatosai666.


[psi]

under reconstruction