23 Februari 2018

Warga Banten Dukung TGB Zainul Majdi Maju di Pilpres 2019

Warga Banten Dukung TGB Zainul Majdi Maju di Pilpres 2019


www.gelora.co - Dukungan terhadap Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi untuk maju di ajang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019-2024 terus bermunculan di berbagai daerah. Setelah Sumatera Barat dan Yogyakarta, kali ini dukungan muncul dari Provinsi Banten. 

Elemen masyarakat Banten yang tergabung dalam Forum Peduli Banten (FPB), Kamis (22/2/2018) mendeklarasikan dukungan mereka terhadap TGB Zainul Majdi untuk maju sebagai calon Presiden RI 2019-2024.

Deklarasi tersebut dilaksanakan di kawasan alun-alun Kota Serang, yang merupakan Ibu Kota Provinsi Banten. Tampil membacakan deklarasi tokoh masyarakat Banten H Yunadi Syahroni. 

"Kami mewakili aspirasi masyarakat Banten yang nasionalis dan religius mendorong munculnya sosok ulama pemimpin dan pemimpin ulama seperti Tuan Guru Bajang Zainul Majdi untuk menjadi pemimpin bangsa ini," ujar Ketua Forum Peduli Banten Harri Zaini, saat ditemui di acara deklarasi dukungan terhadap Tuan Guru Bajang tersebut.

Harri menegaskan, sejak dahulu, peran ulama telah sangat menonjol baik dalam perjuangan merebut kemerdekaan hingga peran dalam membangun umat di berbagai bidang di masa kemerdekaan ini. "Kakek Tuan Guru Bajang sendiri, Muhammad Zainuddin Abdul Madjid adalah seorang pahlawan nasional," kata Harri.

Jasa Tuan Guru Kiai Haji Muhammad Zainuddīn Abdul Madjīd atau lebih dikenal sebagai Maulana Syeikh selain ikut memperjuangkan kemerdekaan adalah mampu menyatukan umat Islam untuk menerima ideologi negara Pancasila. "Ini memperlihatkan semangat kebangsaan dan ke-Islaman berjalan seiring," tegas Harri.

Semangat perjuangan Tuan Guru Bajang yang diwarisi dari kakeknya ini, kata Harri, sejalan dengan semangat masyarakat Banten umumnya yang juga banyak melahirkan ulama sekaligus pejuang kemerdekaan pendiri bangsa.

Di antaranya adalah KH Syam'un, pimpinan Brigade I Tirtayasa Tentara Keaman Rakyat (TKR) di era perjuangan kemedekaan dan KH Abdul Fatah Hasan, anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Wajar, kata dia, jika masyarakat Banten merindukan negara ini dipimpin oleh sosok ulama yang berjiwa nasionalis. "Terlebih beliau adalah seorang hafidz Al Qur'an 30 juz, yang itu menunjukkan bahwa beliau adalah seorang yang sangat cerdas," tegas Harri.

Kecerdasan itu, kata Harri juga tercermin dari kemampuan Tuan Guru Bajang dalam memimpin Provinsi Nusa Tenggara Barat. "Tuan Guru Bajang terbukti mampu mengubah NTB dari sebuah provinsi miskin dan rawan pangan menjadi gudang beras dan pangan nasional," tegas Harri.

Selain itu, kata dia, TGB Zainul Majdi juga mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan ekonomi tanpa mengandalkan sektor pertambangan. "Yang artinya mampu membangun daerah secara ramah lingkungan, dengan sektor pertanian, perikanan dan pariwisata sebagai andalan," kata Harri.

Kebijakan TGB di NTB, jika diterapkan di level nasional, menurut Harri, tentu akan mampu menciptakan kesejahteraan dan pemerataan yang lebih baik kepada rakyat secara lebih luas. "Terlebih jika mampu menyingkirkan pertambangan yang selain banyak merampas tanah rakyat juga merusak lingkungan dalam skala luas," ujar Harri.

Dalam konteks Banten, provinsi di ujung barat Pulau Jawa ini, kata dia, juga bisa berharap dapat meniru apa yang dilakukan Tuan Guru Bajang di NTB. "Di sini kami punya semua sektor yang ada di sana, perikanan ada, pertanian ada, dan pariwisata juga ada, seharusnya kami juga bisa sejahtera dengan mengedepankan sektor-sektor tersebut," tegas Harri.

Karena itu, kata dia, wajar jika masyarakat Banten ikut mendukung kehadiran sosok seperti Tuan Guru Bajang untuk memimpin bangsa ini. "Kami warga Banten yakin dan percaya, sosok Tuan Guru Bajang Zainul Majdi mampu melanjutkan prestasi kepemimpinannya pada level nasional. Karena itu, kami warga Banten, sekali lagi mendeklarasikan: "Mendukung agar Tuan Guru Bajang Dr H Zainul Majdi MA, untuk maju sebagai calon Presiden Republik Indonesia tahun 2019-2024," pungkas Harri.[tsc]

under reconstruction