23 Februari 2018

Survei Alvara: Kinerja Menteri Susi Pudjiastuti Paling Memuaskan Publik

Survei Alvara: Kinerja Menteri Susi Pudjiastuti Paling Memuaskan Publik

www.gelora.co - Berdasarkan hasil penelitian lembaga riset Alvara, kinerja Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendapatkan respon paling positif dari publik.

Direktur Alvara, Hasanuddin Ali menerangkan lembaga risetnya mengelompokkan kinerja menteri menjadi empat kategori, yakni bintang dua, tiga, empat, dan lima.

"Semakin tinggi, menunjukkan kinerja menteri semakin baik," ujar Hasanuddin di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (23/2/2018).

Menteri yang mendapat penghargaan publik bintang lima atau apresiasi sangat baik dari publik, yakni Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

"Menteri Susi mendapatkan persentase 91,2 persen," ujar Hasanuddin.

Dilanjutkan dengan Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa 84,1 persen, Menteri Perhubungan Budi Karya 84,1 persen, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi 83,9 persen, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin 83,4 persen, Menristekdikti Mohamad Nasir 83,2 persen, dan Menteri Kesehatan Nila Anfasa Moeloek 83,2 persen.

Menteri yang masuk kategori bintang dua, yaitu Kepala BPN Sofyan Djalil 79,1 persen, Mendagri Tjahjo Kumolo 78,5 persen, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga 77,8 persen, Menteri Pertanian Amran Sulaiman 77,6 persen, Menteri Perdagangan Eggartiasto Lukito 76,2 persen, Menkumham Yasonna Laoly 76,2 persen, dan Menaker Hanif Dhakiri 74,8 persen.

"Kerja menteri di pemerintahan Jokowi-JK dihargai secara positif," ujarnya.

Alvara Research Center melakukan survei nasional yang melibatkan 2.203 responden.

Riset dengan pendekatan kuantitatif. Hasil survei menunjukkan kinerja Jokowi-JK cukup diapresiasi publik.

"Kepuasan publik terhadap Joko Widodo-JK mencapai 77,3 persen," ujarnya.

Hasan merinci, publik yang merasa puas dengan kinerja Jokowi-JK paling tinggi ada di Pulau Sulawesi 89 persen, Pulau Jawa 83,2 persen, dan Kalimantan 82,7 Persen.

"Sedangkan yang pling rendah ada di BaliNusa 63,6 persen, Sumatera 62,2 persen, dan Malpapua 57,1 persen," ujar Hasanuddin.

Kepuasan publik tertinggi terhadap kinerja Jokowi-JK, ucap Hasanuddin, ada pada aspek telekomunikasi dan internet 87,9 persen, pelayanan kesehatan 87,8 persen, dan aspek pelayanan pendidikan 86,4 persen.

"Titik lemah ada pada aspek bidang ekonomi, terutama lapangan kerja 59,8 persen, pengentasan kemiskinan 58,1 persen, dan aspek stabilitas harga kebutuhan pokok 55,7 persen," ujarnya.

Survei dilaksanakan dari tanggal 17 Januari hingga 7 Februari 2018. Metode sampling yang digunakan dalam riset ini adalah multi-stage random sampling, dengan margin of error sebesar 2 persen.

Sampel diambil di seluruh Indonesia dengan jumlah sampel tiap provinsi proporsional terhadap jumlah penduduk sesuai data Badan Pusat Statistik Indonesia. Mayoritas responden tinggal di rural 46 persen, dan urban 54 persen. Responden seimbang antara laki-laki 50,4 persen, perempuan 50,6 persen.

Kemudian mayoritas dari generasi millenial 50,5 persen. Berdasarkan epndidikan, mayoritas responden berpendidikan SMA 53,9 persen dan SMP 18,4 persen. Mayoritas responden beragama Islam 92 persen, dari suku Jawa 40,3 persen, Sunda 14,9 persen, dan Melayu 6,3 persen. (tn)

under reconstruction