logo

17 Februari 2018

Hancurnya Usaha Berjamaah karena Ghibah

Hancurnya Usaha Berjamaah karena Ghibah

Eka Gumilar

Oleh : *Eka Gumilar*

Dalam 1 tahun terakhir, saya mencoba bersama umat, berusaha mewujudkan impian walau memulai dengan apa yg bisa dikerjakan untuk *membangun usaha berjamaah dan koperasi*.

*Harapan* kita umat Muslim dapat bersatu dalam usaha2 berjamaah, dan bersama bisa kompak bersama memajukannya.

Sebelum merealisasikan usaha berjamaah, saya sempat diskusi dan diingatkan kawan, seorang akademisi hebat, sudah bergelar profesor bahwa :

Harapan itu sangat sulit diwujudkan, beliau mengingatkan tentang *budaya masyarakat* kita yg mudah *menerima sesuatu yg negatif daripada mencari informasi yg positif*, juga lebih banyak menilai daripada ikut *berkontribusi*.

*"Nanti akan dihakimi ramai ramai*, karna ketika system belum terbentuk, kapan menilai, kapan bermusyawarah kapan mengaudit dan bagimana memberikan masukan yg baik, anda akan dipaksa untuk melayani setiap kemauan anggota, dan anda tidak bisa kerja tenang, sedikit saja anda tidak bisa memuaskan akhirnya usaha hancur dan anda lagi yg akan menuai badai."

Pendapat  itu saya renungkan, tapi faktanya saya menemukan semangat dan ketulusan umat yg luar biasa.

Sayang sekali jika tidak ada yg berani mendorong memulai. Lalu ketika semua takut memulai, bagaimana umat bangkit?

Saya menemukan kenyataan bahwa tantangan terberat bukan dalam pengelolaaannya. Tapi tantangan terberat adalah ketika selalu saja ada saudara kita sendiri yg *menghembuskan  provokasi* dan menular masif melemahkan perjuangan kita.

Ada yg menularkan provokasi dengan *cara halus*: bertindak berbicara halus,tapi sebenarnya memberikan pemahaman yg salah dan melemahkan.

Ada yg memang frontal, dan cenderung kasar krn menilai semua dengan pemahaman sendiri , *tanpa tabayun*

Yang paling berbahaya adalah jika provokasi lahir justru dari kekecewaan personal pengurus/mantan pengurus yg bisa langsung *ditelan mentah mentah* oleh sebagian anggota.

Masih terbayang, bagaimana ketika saya mempersiapkan semua dengan sangat sulit dan penuh perjuangan.

Menjadi pengurus kurang istirahat karena tidur sehari paling hanya 3 jam saja, karena harus menerima japri pribadi dari ratusan/ribuan pesan anggota.

Apalagi saya sedang ada pekerjaan diluar kota Surabaya) seminggu sekali pulang pergi terbang hanya untuk mewujudkan impian usaha berjamaah, berbagi waktu dgn keluarga yg bertemu hanya beberapa jam saja dalam seminggu karna harus dibagi lagi dengan kegiatan lainnya.

Tapi, itu dijalani dengan semangat, dan niat yg besar untuk bangkit bersama.

Saya kira terlalu bodoh siapapun yg menginisiasi usaha berjamaah dengan niat untuk kepentingan pribadi, karena dihadapkan  bisa dihakimi anggota dan dosanya terbawa mati.

Tapi bukan berarti usaha yg kita bentuk tidak mungkin rugi. Bagaimana tidak rugi jika baru berjalan sudah dihakimi?

Sebagai inisiator dan pimpinan usaha berjamaah kita tentu harus mengelola,atau memutarkan dana dan amat bukan mendiamkannya.

Kita harus bekerja super cepat krn jika lambat kita akan merugi banyak.

Ketika kita *sedang mengelola... tiba tiba* : priitttt..banyak yg kasih kartu merah (BEM UI aja kartu kuning dulu ya) laaaahhh...usaha aja baru hitungan hari.

Tiba tiba semua perencanaan kita sebagai inisiator minta dihentikan.

Dengan alasan permintaan anggota.
Padahal yaa belum tentu maunya semua anggota.
Tapi kita ikuti saja...wong bukan usaha punya kita. Nanti setelah rencana awal di hentikan,timbul masalah ini itu....sang pahlawan akan menunjuk kita sebagai penyebabnya.

Memprihatinkan bukan??

Baru jalan distop sudah pasti berantakan bukan?dan pasti ada kerugian.... naaah siap siap dihakimi sebagai penyelewengan dan diminta mengganti rugi....tragiss

Sementara sang provokator mungkin menikmati kesulitan kita dengan terkekeh kekeh tapi merasa menjadi pahlawan ummat krn seolah menjadi aparat menangkap maling, tapi tidak mampu menjadi juri buat dirinya sendiri...

Kita harus siap dihakimi, digunjingkan dilecehkan dan dituduh dengan membabi buta melebihi kejahatan cukong yg bawa kabur 35T,  jika usaha berjamaah yg kita rintis  misalnya mengalami kesalahan pengelolaan, salah menempatkan pengurus, atau karna usahanya itu sendiri merugi atau karna perbedaan pemahaman tetang perencanaan.

Bahkan bisa jadi  usaha berjamaah yg baru diresmikan dihadiri dengan suka cita, baru beberapa  bulan sudah dikritisi ramai ramai, minta diaudit minta diadakan rapat, dan kita sebagai pengurus belum apa apa sudah ditempatkan seperti terdakwa dan siap siap dicari kesalahan,dan diminta mengganti semua kerugian..
Luar biasa bukan?

Tapi...jangan kendur semangat, inilah perjuangan.

Cukup Allah yg mencatat niat baik kita, tak akan tertukar kebaikan dan kedzaliman seperti minyak dengan air.

Mungkin, dalam keseharian kita belum tentu mau dibayar tinggi untuk mengurusi banyak orang dengan berbagai masalah tanpa ada semangat berjuang didalamnya, karena resiko super tinggi.

Kita ketika menggagas usaha berjamaah harus repot mengadakan banyak pertemuan untuk sosialisasi , bermusyawarah, mengadakan rapat rapat anggota, mengadakan meeting 2 pengurus dan melayani pertanyaan anggota yg berjumlah ratusan bahkan ribuan, dan calon anggota yg berjumlah ribuan. Perjuangan yg tidak mudah.

Tapi..ketika ada masalah, siap siap kita seperti *tong sampah* yg dijadikan lemparan semua masalah, walaupun pokok masalah muncul karena para *penyebar ghibah dan fitnah*.

Tapi kita tetap harus hadapi dengan ikhlas

*Catatan saya*, usaha berjamaah itu yg utama mudah  hancur ya karna suburnya penyebar isue dan ghibah.

Seorang pemimpin usaha berjamaah diharapkan mampu menjadi marketing yg baik, adminstrasi yg baik, management yg baik, keuangan yg baik, auditor yg baik, memahami bisnis dengan baik..dan semua serba harus baik tapi sedikit yg mau jadi pengurus. Kadang anggota lupa, bahwa hakekatnya usaha berjamaah adalah rindu  berkontribusi bersama, dan mengatasi masalah dengan mencari solusi bersama.

Apalagi jika usaha berjamaah ini adalah bertujuan untuk kebangkitan ekonomi umat, harusnya kita lebih hati hati menilai krn bisa merusak dan melemahkan perjuangan umat.

*Apa itu GHIBAH?*

Saya coba share untuk kajian kita bersama

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah engkau apa itu ghibah?” Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Ia berkata, “Engkau menyebutkan kejelekan saudaramu yang ia tidak suka untuk didengarkan orang lain.” Beliau ditanya, “Bagaimana jika yang disebutkan sesuai kenyataan?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika sesuai kenyataan berarti engkau telah mengghibahnya. Jika tidak sesuai, berarti engkau telah memfitnahnya.” (HR. Muslim)

Orang yang ghibah sendiri tentu bukan berniat untuk mencari kebenaran atau memecahkan suatu permasalahan, akan tetapi hanya untuk sekedar melampiaskan dan memuaskan hawa nafsu untuk membicarakan kejelekan orang lain.

Tentu saja hal ini harus diwaspadai karena walaupun kejelekan tersebut adalah sebagai fakta atau kenyataan, akan tetapi hal ini sangat berpotensi bergeser menjadi fitnah yang lebih besar, apalagi kalau tidak benar.

Disisi lain, banyak umat yg baik ikut terpengaruh karena seringnya membaca atau mendapat informasi dari penyebar ghibah. Dan sebagian lain, memilih diam.

“Ketika *ahlul haq* diam terhadap kebatilan, maka *ahlul batil* akan mengira mereka berada dalam kebenaran”

Jika kita sedang ikut menjalankan usaha berjamaah, periksalah pengurus yg suka berghibah, anggota yg suka berghibah, segera kawal... Karena sekuat tenaga kita bekerja akan hancur dengan mudah.

Marilah kita berdoa,agar segala usaha apapun yg diniatkan untuk memperkuat ekonomi ummat dapat diberikan kemudahan, keberkahan dan terhindar dari segala niat yang bisa menghancurkannya. Satu kata, KAWAL bersama.

Saya sebagai inisiator memang belum bisa memberikan manfaat banyak, tapi saya bangga ketika melihat tokomuslim dimana mana mulai timbuh subur....

Saya ingin ketemu profesor kawan saya itu dan mau bilang:

Prof, anda benar... saya memang menuai badai, dan menemukan banyak sekali masalah.. tapi, lihatlah..... toko musllim buka dimana mana sekarang, walau bukan saya didalamnya, tapi sepercik api semangat saya ikut membakar semangat jihad umat

*Salam*
Eka gumilar

Inisiator KS212
Inisiator Komando
Inisiator Kopprindo

Loading...
loading...