16 Februari 2018

Belum Pikirkan Maju Pilpres, Ini Alasan Yusril

Belum Pikirkan Maju Pilpres, Ini Alasan Yusril


www.gelora.co - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menegaskan belum memikirkan untuk maju pada Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2019. Saat ini dirinya masih fokus memuluskan partainya PBB kembali duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk mengisi kekosongan dalam beberapa waktu ini.

"Sekarang bagaimana baiknya melangkah, mudah-mudahan bisa memenangkan pemilihan dan meneruskan perjuangan pengurus partai," kata Menteri Hukum dan Perundang-undangan periode 2001-–2004 itu, seusai Tasyakuran Kantor Komite Pemenganan Pemilu PBB, di Jakarta, Kamis (15/2/2018).

Ia mengaku tidak mau terlalu pusing untuk ditanya apakah mau jadi calon presiden atau akan menjadi calon wakil presiden.

"Kita Biarkan saja ini berjalan, tapi segala kemungkinan yang terjadi itu. Saya harus siap menghadapinya," katanya

Selain karena dukungan dari berbagai pihak, menurut dia, terpilih atau tidaknya seseorang untuk menjadi pemimpin negeri adalah garis tangan dari Allah SWT. Oleh karenanya hal itu bukan semata-mata persoalan mampu atau tidak menjadi presiden.

"Tahun 1999 lalu, saya terpilih menjadi calon presiden, namun karena garis tangan belum ada, rontoklah itu. Apalagi, saat itu ada Gus Dur," ungkap Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) periode 2004–-2007.

Saat ini, ia mengemukakan bahwa yang terpenting adalah memilih pemimpin yang jangan asal sebut karena nantinya pemimpin yang terpilih harus membawa nama depan bangsa.

"Calon itu kalau sudah jadi presiden yang bersih ya begini, dia menjalankan pemerintahan begini, dia mengatasi persoalan begini, dia memecahkan persoalan-persoalan begini caranya, dia membawa bangsa ini melangkah ke depan lebih baik di tengah persaingan global. Begitu caranya," ujar pakar hukum tata negara itu.

Hingga saat ini, ia menyatakan , memang belum ada pembicaraan khusus terkait pencalonan dirinya menjadi calon Presiden RI dalam Pilpres 2019.

Kalau pun memang nantinya ada pembicaraan, ia menilai, akan banyak pesan yang bisa disampaikan.

"Intinya mau menerima atau menolak yang tak tahu, karena semua ini harus dibicarakan terlebih dahulu. Ini bukan sekedar menang jadi presiden, tapi setelah terpilih di mana dia menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa ini," ujar Yusril.[tsc]

under reconstruction