logo

20 Februari 2018

Arief Poyuono Puji Buku 'Aku Bangga Jadi Anak PKI'

Arief Poyuono Puji Buku 'Aku Bangga Jadi Anak PKI'

www.gelora.co - Buku 'Aku Bangga Jadi Anak PKI' yang ditulis kader PDIP, Ribka Tjiptaning sempat menjadi sorotan publik.

Pasalnya, dalam bukunya, Ribka secara blak-blakan mengakui dirinya sebagai putri anggota Biro Khusus Partai Komunis Indonesia (PKI) Raden Mas Soeripto Tjondro Saputro.

Namun Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengapresiasi kehadiran buku tersebut. Menurutnya, meski mengakui anak dari seorang tokoh PKI, bukan berarti Ribka seorang politisi yang berideologi komunis. Terlebih mengindentikan dan menyamakan PDIP dengan ideologi komunis.

"Justru saya menilai buku 'Aku Bangga Menjadi Anak PKI' sebagai sebuah penyemangat dan pencerahan bagi anak-anak yang orang tuanya dahulu sebagai pengikut atau kader PKI. Dimana selama Ode Baru pemerintahan Soeharto selain menghukum kader-kader PKI dengan dibunuh atau dipenjara hingga melakukan hukuman sosial pada anak-anak keturunannya yang notabene tidak tahu dan tidak ikut-ikutan serta terlibat dengan politik PKI," kata Arief kepada wartawan, Senin (19/2/2018).

Arief menuturkan, seharusnya PDIP bisa menjelaskan bahwa buku Ribka tersebut tidak Ada hubungannya dengan ideologi PKI.

Menurut dia, buku itu seharusnya bisa memberikan pencerahan bagi masyarakat agar peristiwa politik pahit tidak terulang lagi. Apalagi ideologi PDIP jelas berideologi Pancasila.

"Jadi jangan takut dengan isu kampungan akibat tulisan buku Mbak Ning (Ribka Tjiptaning), 'Aku Bangga Jadi Anak PKI'," tuturnya.

Arief menambahkan, dirinya yakin anak-anak yang orang tuanya beraliran PKI tidak akan mengikuti ideologi orangtuanya.

"Banyak juga kok kalau mau jujur bahwa di parpol lainnya dan institusi pemerintah banyak anak-anak keturunan PKI," tambahnya.

Ia menjelaskan, publik harus adil dan bijak terhadap anak-anak keturunan PKI dan tidak boleh menghukum dengan hukuman sosial kepada mereka.

"Wong dengan anak anak serta anggota GAM ,OPM dan DI/TII kita bisa melakukan rekonsiliasi yang mana jelas-jelas GAM, OPM dan DII/TII ingin membentuk negara sendiri. Beda dengan PKI yang dianggap melakukan pemberontak secara politik dan bersenjata tapi tidak pernah ingin mendirikan negara dan keluar dari NKRI," jelasnya.

Terakhir, Arief mengatakan dirinya sangat mendukung tulisan Ning sebagai sebuah pencerahan kalau keturunan orang PKI itu bisa bangkit dari trauma dan hukuman sosial akibat politik yang dianut orang tuanya selama era Orde Baru.(ts)

Loading...
loading...