logo

12 Januari 2018

Ucapan “Assalamualaikum” Akun TNI AU Diprotes, Ini Reaksi Warganet

Ucapan “Assalamualaikum” Akun TNI AU Diprotes, Ini Reaksi Warganet


www.gelora.co - Beberapa waktu lalu akun Twitter TNI Angkatan Udara (@_TNIAU) menulis cuitan yang berbunyi “Assalamualaikum, selamat pagi airmen. Selamat beraktifitas. Awali hari yang cerah dengan seuntai doa. Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi setiap langkah hidup kita😇💂”.

Cuitan yang bertanggal 9 Januari ini mendapat banyak tanggapan dari “airmen” (sebutan untuk follower akun TNI AU), salah satunya dari akun @rfajriani_.

Berbeda dengan kebanyakan airmen yang menanggapi dengan menjawab salam dan tanggapan positif lainnya, akun yang dimiliki wanita bernama lengkap Rinatania Fajriani ini malah menyebut TNI terlibat dalam politik praktis karena menggunakan kata “Assalamualaikum” untuk menyapa.

“Setiap pidato resmi, pejabat publik nyampaikan salam untuk seluruh pemeluk agama – yg secara resmi diakui negara. Ini @_TNIAU dan @Puspen_TNI sebagai institusi pemerintah, kenapa tweet-nya jadi islamis @jokowi? Bukankah TNI tidak boleh terlibat dlm politik praktis ya?” tulis kandidat doktor di Universitas Copenhagen itu.

Sontak cuitan Rinatania mendapat banyak tanggapan negatif dari netizen. Selama 24 jam, berbagai komentar muncul untuk mempertanyakan maksud Rinatania, selain kalimat cercaan.

Di sisi lain, akun TNI AU mendapat banyak dukungan dari netizen. Salah satunya dari anggota DPD RI Fahira Idris.

“Jangan pernah risau/ terusik dengan komentar gak penting, hanya 1 orang dari 249 ribu follower. Lanjutkan beri ucapan salam dengan Assalamualaikum.” tulis Fahira.

Akun lain yang menanggapi adalah akun PapaEthan @bonifasiusliu. “Saya Katolik, tidak keberatan dengan salam ‘assalamualaikum’ dari airmen. Kalau @rfajriani_ keberatan dengan salam airmen, unfol aja.” tulisnya.

“Assalamualaikum bukan hanya sekedar salam min, itu doa, jangan berhenti untuk mendoakan dengan salam min.” kata @bagus_indram

Bahkan akun @EvitaEstherina menulis,” Saya keberatan kalo airmen mengganti salamnya gegara dia (Rinatania).” [kn]

Loading...
loading...