logo

6 Januari 2018

Anas Mundur Setelah Foto Lawas Beredar, Ini Kata Mahfud MD

Anas Mundur Setelah Foto Lawas Beredar, Ini Kata Mahfud MD


www.gelora.co - Kabar mundurnya Abdullah Azwar Anas dari cawagub Jawa Timur cukup mengagetkan. Eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD juga mengaku kaget atas kabar tersebut.

"Mundurnya Azwar Anas ini memang mengagetkan juga bagi saya," kata Mahfud MD saat ditemui di kantor Gubernur DIY, kompleks kepatihan Yogyakarta, Jumat (5/1/2018).

Menurut Mahfud, bila Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Azwar Anas menyatu, kantongnya sama, yaitu kantong nahdliyin di Tapal Kuda. Sedangkan daerah Mataraman, yaitu Surabaya ke barat, seperti Madiun, Bojonegoro, Ponorogo, Lamongan, dan Magetan, itu kosong untuk Gus Ipul dan Azwar Anas.

"Sehingga diperlukan yang agak merah nggak terlalu hijau. Nah itu kemudian perlu orang PDIP, maka dimunculkan nama Rismaharini. Menurut saya itu perhitungannya. Sementara Khofifah dari perhitungan politik, dia di Tapal Kuda kuat juga, sementara di Mataraman dia ada Emil Dardak yang kebetulan agak PDIP, tetapi dia berdarah nahdliyin juga. Nah, mungkin karena perhitungan itu lalu dimunculkan Rismaharini. Tapi saya ndak tahu apa betul itu," kata Mahfud MD.

Terkait dengan foto Azwar Anas dengan seorang perempuan yang beredar, Mahfud MD mengatakan hal-hal seperti itu memang biasa. Siapa pun yang hendak mencalonkan diri harus siap menghadapinya.

"Siapa pun yang mau mencalonkan harus siap menghadapi itu. Kalau nggak soal wanita ya soal korupsi, soal apa lagi gitu. Itu biasa," katanya.

Menurut Mahfud, untuk Pilkada Jawa Timur, dua calon yang bertarung, yaitu Gus Ipul dan Kofifah, sudah bagus. Tidak perlu lagi ada alternatif ketiga karena itu hanya kepentingan politik partai yang belum mencalonkan, bukan kepentingan rakyat Jawa Timur.

"Tapi begini memang Jawa Timur itu agak panas. Saya sendiri sudah pernah dihubungi partai untuk maju. Tapi saya tidak mau," kata Mahfud MD.

Mahfud mengaku pernah dihubungi sejumlah partai politik untuk maju di Pilgub Jatim. Yaitu PKS, PAN, dan Gerindra. Bahkan Gerindra beberapa kali menemuinya, dan terakhir ditemui Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, yang memintanya maju menjadi alternatif. PKS juga pernah menanyakan kesediaannya maju menjadi alternatif poros ketiga.

"Tapi saya sendiri menjawab tegas tidak mau," ungkapnya. [dtk]

Loading...
loading...