logo

25 Desember 2017

Usamah Hisyam: Rencana Kepulangan Habib Rizieq Sudah Dibicarakan dengan Presiden

Usamah Hisyam: Rencana Kepulangan Habib Rizieq Sudah Dibicarakan dengan
Presiden










Ketua Umum Parmusi H Usamah Hisyam bertemu dengan Presiden Jokowi.





GELORA - Ketua Umum PP Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi) H Usamah Hisyam mengaku, rencana kepulangan Imam Besar Umat Islam Indonesia Habib Rizieq Syihab ke Tanah Air sudah dibahas bersama Presiden Joko Widodo.



Sebelum bertolak ke Madinah di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta, Ahad (24/12) untuk melaksanakan ibadah umroh sekaligus menemui Habib Rizieq Syihab yang berada di Makkah, Usamah yang semula enggan menjawab pertanyaan wartawan yang mencegatnya, akhirnya bicara terbuka.



"Saya sudah ketemu Presiden, saya sudah tiga kali bicara sama Presiden soal rencana kepulangan Habib Rizieq dari Arab Saudi ke Tanah Air," ungkap Usamah.



Tiga kali pertemuan itu, kata Usamah, berlangsung tertutup di Istana Merdeka dan Istana Bogor pada 27 Juli, 27 September, dan 7 Desember. "Saya hanya bicara berdua dengan Presiden," tegasnya.



Sejumlah pertemuan itu, lanjut Usamah, dalam rangka memberikan pemahaman kepada Presiden tentang semangat persatuan dan kebangkitan umat Islam sejak Bela Al Maidah 51 sebagai realitas keumatan yang harus diberikan ruang oleh pemerintah, khususnya aparat keamanan.



"Presiden harus diberi masukan, aksi aksi umat Islam selama ini dalam rangka meninggikan kalimat tauhid, menjalin ukhuwah dan persatuan umat. Jangan sampai dipolitisasi oleh pihak tertentu di lingkaran Istana, seakan akan untuk menggulingkan pemerintah," ungkap Usamah.



Selain itu Usamah membahas tiga poin penting yang harus segera dituntaskan pemerintah sesuai amanat Habib Rizieq Syihab. Tetapi hingga masuk ke ruang imigrasi Bandara Soetta, Usamah yang menunaikan ibadah umroh bersama isteri dan empat putera puterinya, enggan menyampaikan tiga poin tersebut.



"Intinya, kriminalisasi seluruh ulama dan aktivis Islam harus segera dihentikan," tandas Usamah



Menanggapi hal itu, kata Usamah, Presiden mengaku sangat heran. "Karena di dalam negeri dituding ada kriminalisasi ulama. Sedang di luar negeri Presiden sering ditanya mengapa Ahok dikriminalisasi," tutur Usamah.



Menurut wartawan senior ini, Presiden mengaku tak pernah merasa dan melakukan kriminalisasi terhadap ulama. Apa yang terjadi merupakan langkah-langkah hukum yang sepenuhnya dilaksanakan oleh aparat keamanan. Sebagai eksekutif, Presiden berteguh tidak akan intervensi wilayah yudikatif.



"Jadi intinya masih harus dibangun persamaan persepsi antara Presiden dan ulama serta aktivis pergerakan Islam yang dikomando Imam Besar Habib Rizieq Syihab dalam menuntaskan semua persoalan.



"Inilah yang kami lakukan. Memang butuh proses. Tapi doakan insyaallah Habib Rizieq bisa pulang ke Tanah Air tanpa hambatan apapun," harap Usamah. [sic]

Loading...
loading...