logo

11 Desember 2017

Tak Sesuai Adat Ketimuran, Anies Didesak Cabut Izin Konser DWP 2017

Tak Sesuai Adat Ketimuran, Anies Didesak Cabut Izin Konser DWP 2017

[caption id="attachment_18493" align="aligncenter" width="640"] Partygoers di DWP 2016 (detikcom)[/caption]

POST METRO - LSM Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) mendesak Gubernur DKI Anies Baswedan dan Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis mencabut izin event Djakarta Warehouse Project (DWP) 2017.

Bang Japar menilai event tahunan itu sesuai adat ketimuran dan tidak memberikan manfaat positif apapun.

"Ini kan event dugem internasional sebenarnya," ujar Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bang Japar Juju Purwantoro dalam keterangannya, Senin (11/12/2017).

Juju berpendapat, event tersebut tidak memberikan nilai positif bagi generasi bangsa. Konser musik itu juga dinilai tidak sesuai dengan budaya ketimuran.

"Tidak bermanfaat, tidak sesuai dengan budaya ketimuran yang dianut bangsa Indonesia, dan jauh dari nilai-nilai moral dan agama. Pertunjukkan seperti itu cenderung bisa memberikan nuansa tidak mendidik dan teladan negatif terutama kepada kalangan generasi muda," kata Juju.

Juju mengajak organisasi masyarakat (ormas) dan LSM lain beramai-ramai membuat seruan penolakan atas event tersebut.

"Kami juga mengimbau kepada ormas, LSM dan aktivis peduli nasib generasi muda dan bangsa untuk melakukan penolakan terhadap event tersebut," kata Juju.‎

DWP merupakan event tahunan yang akan diadakan pada 15- 16 Desember 2017 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Sejumlah disk jockey (DJ) dari pelbagai negara akan menyemarakan konser DWP.

"Konser dikemas secara gala dengan tata ruang, tata cahaya dan aroma musik ala discotik dan hip hop. Itu bisa mendorong generasi muda menjadi generasi berbudaya barat, apatis, rawan terpengaruh narkoba dan pergaulan bebas," ujar Juju.‎ [tsc]

Loading...
loading...