logo

12 Desember 2017

Menjawab Syubhat "Fatwa Hijrah dari Palestina" Syekh Al-Albani

Menjawab Syubhat "Fatwa Hijrah dari Palestina" Syekh Al-Albani

(Kitab “Maadzaa yanqimuuna minas Syaikh Al-Albani" halaman 24)

Menjawab Syubhat 
"Fatwa Hijrah dari Palestina" Syekh Al-Albani

Salah satu yang mencemarkan nama baik Syekh Al-Albani rahimahullah adalah orang-orang yang mengemukakan fatwa beliau untuk menyalahkan perjuangan rakyat Palestina, khususnya di GAZA tanpa menyertakan teks utuh dari kesemua kaset dan tulisan beliau tentang hal itu.

Akibatnya banyak orang percaya begitu saja bahwa Syekh Al-Albani memang mewajibkan hijrah bagi penduduk Palestina secara keseluruhan dan mengosongkannya untuk Zionis.

PADAHAL.......

Fatwa Syekh tidaklah selugu itu, beliau menyatakan kewajiban hijrah "HANYA BAGI YANG TIDAK DAPAT MELAKSANAKAN AJARAN AGAMA DI KAMPUNGNYA KARENA DIHALANGI OLEH KAFIR ZIONIS DAN SUDAH MENEMUKAN TEMPAT YANG AMAN UNTUK HIJRAH."

Sementara yang masih aman di tempatnya masing-masing maka tidak ada kewajiban hijrah.

Syekh Muhammad Ibrahim Syaqrah yang boleh dibilang tangan kanan beliau di Yordania menukil fatwa beliau bahwa "Orang Palestina lebih baik hijrah ke dalam negeri Palestina yang masih aman daripada harus keluar Palestina dan itupun sudah dinamakan hijrah".

Dengan demikian bagi Syekh Al-Albani tidak berarti rakyat Palestina harus mengosongkan tanah Palestina untuk Israel, tapi bisa bergabung di suatu tempat yang mereka bisa menjalankan ibadah dan mempersiapkan kekuatan di sana, dan kita semua tahu bahwa tempat itu untuk saat ini adalah GAZA dan Tepi Barat (West Bank).


Syekh menetapkan syarat hijrah yaitu ketika ada tempat yang memang bersedia menampung, kalau tidak, maka tentu tidak berlaku kewajiban hijrah itu.

Maka, untuk mendapatkan informasi yang utuh bacalah kitab “Maadza yanqimuuna minas Syaikh Al-Albani” tulisan Dr Muhammad Ibrahim Syaqrah yang telah ditandatangani oleh Syekh Al-Albani sendiri.

Maka, jangan sekali-kali Anda menyebarkan fatwa Syekh Al-Albani tentang hijrah Palestina itu sebelum membaca buku Syekh Ibrahim Syaqrah tersebut. Kalau tidak bisa baca maka lebih baik DIAM.

Saat ini GAZA telah menjadi madrasah dan markas i’dad (penggemblengan) bagi mujahidin. Kalau dulu para pejuang Palestina dikritik karena banyak yang bodoh dan maksiat, maka beda dengan sekarang. Lihat saja syarat untuk manjadi anggota brigade Al-Qassam saja harus hafal Al-Quran lengkap 30 juz ditambah shalat Subuh berjamaah. Itu adalah hasil tarbiyah, sehingga tak ada lagi kritik terhadap mereka yang berjuang dianggap jahil dan ahli maksiat.

Gambar di atas adalah kitab “Maadzaa yanqimuuna minas Syaikh Al-Albani" halaman 24.

Sekian dari yang tak punya apa-apa untuk membela perjuangan jihad Palestina selain tulisan sederhana.


(Anshari Taslim)


__
*Sumber: fb Anshari Taslim.[pid]


Loading...
loading...