logo

19 Desember 2017

Ekstremis Hindu Bunuh Muslim Lalu Diposting di Media Sosial

Ekstremis Hindu Bunuh Muslim Lalu Diposting di Media Sosial


www.gelora.co - Seorang pria Hindu India mencoba mengumpulkan uang di media sosial untuk mendukung kampanye anti-Muslim. Parahnya, cara yang ia gunakan adalah memposting sebuah video dirinya tengan membunuh seorang Muslim.

Pembunuhan pada pekan lalu tersebut adalah kekerasan terbaru terhadap minoritas Muslim India. Umat Muslim di negara tersebut telah dituding melakukan pembantaian terhadap sapi yang dianggap hewan sakral oleh penganut Hindu. Kelompok pinggiran Hindu juga berkampanye menentang pria Muslim yang menikahi orang Hindu.

“Shambu Lal Regar, menjadi tersangka setelah ditangkap karena dicurigai melakukan hacking dan membakar seorang buruh Muslim di negara bagian Rajasthan, bagian barat,” kata seorang polisi, Anand Shrivastava pada Kamis (14/12/2017).

“Regar memposting video tersebut dengan mencantumkan rekening banknya untuk menampung sumbangan dalam kampanye anti-Muslimnya,” imbuhnya.

Lebih dari 700 orang dari seluruh India mengirimkan uang ke rekening tersebut, dengan total £ 3.473 atau senilai Rp62,9 juta. “Terdakwa ingin menjadi pahlawan Hindu setelah membunuh seorang pria Muslim, tujuan utamanya adalah mengumpulkan uang setelah melakukan kejahatan kebencian,” kata Shrivastava.

Video Regar menjadi viral di media sosial sebelum pihak berwenang menurunkannya. “Penyelidik polisi telah membekukan rekening bank tersebut dan melacak para donor,” kata Shrivastava.

Ia mengatakan bahwa video tersebut menunjukkan bahwa Regar bangga sebagai orang India yang mencoba untuk menghentikan “cinta jihad”, sebuah istilah yang digunakan oleh ekstremis Hindu yang menuduh pria Muslim menjerat wanita dan gadis Hindu dengan dalih cinta supaya wanita itu masuk Islam.

Pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi, yang memimpin Partai Bharatiya Janata (BJP) Hindu-nasionalis, telah menuai banyak kritik karena gagal melakukan upaya untuk menghentikan serangan terhadap umat Islam. Namun, Modi menolak tindakan itu sebagai kekerasan dan menyebutnya sebagai bentuk perlindungan terhadap sapi.

Sebgai informasi, penduduk Muslim mencapai 172 juta dari 1,32 miliar warga India. Modi dinilia telah memberi peluang bagi kelompok Hindu yang terkait dengan partainya untuk meminggirkan mereka. [kn]

Loading...
loading...