Oknum Polri Diduga Selundupkan Senjata Harus Jadi Perhatian Serius

Oknum Polri Diduga Selundupkan Senjata Harus Jadi Perhatian Serius

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Tertangkapnya oknum anggota Polri di Darfur, Sudan, yang diduga terlibat kasus penyelundupan senjata dinilai telah mencoreng Korps Polri yang kini sedang gencar mengungkap banyak kejahatan konvensional dan transnasional.

Tindakan oknum anggota Polri itu harus menjadi perhatian serius di tengah upaya Polri mengusut kasus makar di dalam negeri. Pendapat itu disampaikan pengamat intelijen Wawan Purwanto di Jakarta, Senin (23/1).

"Kejahatan makar itu bisa secara agitasi untuk menggerakkan massa. Penggunaan senjata bisa digunakan untuk aksi pemberontakan. Karena itu, kasus dugaan keterlibatan oknum aparat Polri tersebut harus diselidiki serius. Apalagi, jika diduga terkait dengan aksi makar, biasanya pelaku tidak sendirian," ujar Wawan.

Menurut Wawan, jika memang oknum anggota Polri itu menyelundupkan senjata, maka harus diselidiki alasan mereka melakukan penyelundupan itu. Dia menjelaskan, selama ini pembelian senjata yang dilakukan baik oleh TNI dan Polri menggunakan mekanisme sendiri, baik langsung melalui proses goverment to goverment (G to G) atau melalui rekanan.

Oleh karena itu, ujarnya, penyelundupan senjata itu sudah bisa dipastikan bukan untuk kepentingan institusi. Senjata hasil penyelundupan itu biasanya digunakan untuk keperluan pribadi atau pesanan pihak-pihak tertentu dengan motif keuntungan pribadi penyelundup.

"Kasus ini harus diselidiki dengan serius. Warga sipil atau aparat negara kalau melanggar masalah senjata ini ada aturannya. Ada UU yang mengatur dan sanksinya tegas. Saya yakin akan ada sanksi, karena ini pelanggaran berat dan akan terkuak setelah penyelidikan," kata Wawan.

Ke depan, kata Wawan, TNI dan Polri harus berhati-hati dalam mengirimkan pasukan ke luar negeri, terutama untuk misi perdamaian. Jangan sampai nama baik institusi, pasukan, bahkan negara tercemar oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung  jawab. Kapolri, ujarnya, harus intensif melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.

Sebelumnya, dikabarkan bahwa oknum anggota Polri diduga melakukan aksi penyelundupan senjata. Pelaku yang merupakan anggota pasukan perdamaian (UNAMID) itu ditangkap pekan lalu di Bandara Al Fashir, Sudan. Selain senjata dan amunisi, pelaku juga diduga hendak menyelundupkan bahan mineral berharga. [bs]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita