Capresnya Dipolisikan, Djoko Santoso: Itu Politis agar Prabowo Diam

Capresnya Dipolisikan, Djoko Santoso: Itu Politis agar Prabowo Diam

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN), Djoko Santoso menilai pelaporan terhadap Capres Prabowo Subianto soal 'tampang Boyolali' kental dengan aroma politik. Salah satunya ingin menjatuhkan citra calon penantang petahanan itu.

"Itu wajarlah dipolitisir. Gini salah, situ salah. Ini enggak boleh ngomong, ini enggak boleh ngomong. Suruh diam saja," kata Djoko kepada Kricom di Jakarta, Minggu (4/11/2018).

Mantan Panglima TNI ini menduga, ada upaya membungkam Prabowo karena statment kritisnya kepada pemerintah.

"Intinya Pak Prabowo suruh diam aja. Yang namanya politisir itu nyerang," sebutnya.

"Jadi Pak Prabowo udah bilang, 'saya canda enggak boleh, pidato sendiri enggak boleh'. Seperti Pak Prabowo marah ke ibu-ibu, itu juga enggak benar," sesalnya.

Di sisi lain, ia beranggapan bahwa sikap Prabowo adalah wujud seorang pemimpin yang memiliki kesadaran bahwa semuanya ingin terkendali.

"Kalau semua dibiarkan ya rusak ya," pungkasnya. [krc]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita