$hide=post-mobile

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0$m=0$show=home$hide=mobile$tbg=rgba(27,54,130,1)

$hide=post-label-search-archive-page-404

Puisi Novanto: Di Kolong Meja, Ada Pecundang yang Sembunyi Sembari Cuci Tangan

SHARE:


www.gelora.co - Di akhir pembacaan nota pembelaan atau pledoinya, Jumat (13/4/2018) di Pengadilan Tipikor Jakarta, Setya Novanto meminta izin pada majelis hakim untuk membacakan puisi.

"Saya mau baca puisi, mohon diizinkan saya baca puisi yang mulia. Satu menit saja, puisi untuk Pak SN (Setya Novanto) dari Linda Djalil," ucap Setya Novanto.

Di Kolong Meja

di kolong meja ada debu
yang belum tersapu
karena pembantu sering pura pura tak tahu

di kolong meja ada biangnya debu
yang memang sengaja tak disapu
bersembunyi berlama-lama
karena takut dakwaan seru
melintas membebani bahu

di kolong meja tersimpan cerita
seorang anak manusia menggapai hidup
gigih dari hari ke hari
meraih ilmu dalam keterbatasan
untuk cita-cita kelak yang bukan semu
tanpa lelah dan malu
bersama debu menghirup udara kelabu

di kolong meja muncul cerita sukses anak manusia
yang semula bersahaja
akhirnya bisa diikuti siapa saja
karena cerdas caranya bekerja

di kolong meja ada lantai yang mulus tanpa cela
ada pula yang terjal bergelombang
siap menganga
menghadang segala cita-cita..

apabila ada kesalahan membahana
kolong meja siap membelah
menerkam tanpa bertanya
bahwa sesungguhnya ada berbagai sosok yg sepatutnya jadi sasaran

di kolong meja
ada pecundang
yang bersembunyi
sembari cuci tangan
cuci kaki
cuci muka..

cuci warisan kesalahan

apakah mereka akan senantiasa di sana..

dengan mental banci berlumur keringat ketakutan
dan sesekali terbahak melihat teman sebagai korban menjadi tontonan?

( LD , Jkt, 5 April 2018 )

Terpisah, kuasa hukum Setya Novanto, Firman Wijaya mengatakan puisi itu dibuat khusus oleh sahabat Setya Novanto, Linda Djalil.

"Itu puisi di kolong meja, dibuat oleh sahabat Pak Setya Novanto, Linda Djalil. Beliau wartawan, penulis. Puisi dibuat tiga hari sebelum sidang," ujar Firman Wijaya.[tn]

TERKAIT:
loading...
Nama

AUTO,1,DAERAH,107,EKBIS,475,ekonomi,12,GLOBAL,557,HEADLINE,1739,HUKUM,1581,inspirasi,1,internasional,26,KESEHATAN,43,KHAZANAH,128,KOLOM,178,KRIMINAL,242,LIFESTYLE,4,METRO,393,metropolitan,1,NASIONAL,3556,PERISTIWA,1632,POLITIK,2720,SELEB,249,SPORT,30,TEKNO,27,
ltr
item
Gelora.co: Puisi Novanto: Di Kolong Meja, Ada Pecundang yang Sembunyi Sembari Cuci Tangan
Puisi Novanto: Di Kolong Meja, Ada Pecundang yang Sembunyi Sembari Cuci Tangan
Di Pengadilan Tipikor Jakarta, Setya Novanto meminta izin pada majelis hakim untuk membacakan puisi.
https://1.bp.blogspot.com/-15Vn9H0TiyU/WtBZypJ3UYI/AAAAAAABrYk/iTcjkKBumIA0h_XNzlStvK2UWFEsO6zmACLcBGAs/s640/setya-novanto-dituntut-16-tahun-penjara_20180329_184142.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-15Vn9H0TiyU/WtBZypJ3UYI/AAAAAAABrYk/iTcjkKBumIA0h_XNzlStvK2UWFEsO6zmACLcBGAs/s72-c/setya-novanto-dituntut-16-tahun-penjara_20180329_184142.jpg
Gelora.co
http://www.gelora.co/2018/04/puisi-novanto-di-kolong-meja-ada.html
http://www.gelora.co/
http://www.gelora.co/
http://www.gelora.co/2018/04/puisi-novanto-di-kolong-meja-ada.html
true
6611013162495397307
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By HOME PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request ke Halaman Utama Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy