Duet Prabowo-Gatot Bisa di Pilpres 2019, Ini Analisisnya

Duet Prabowo-Gatot Bisa di Pilpres 2019, Ini Analisisnya

Gelora News
facebook twitter whatsapp
www.gelora.co - Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menyatakan siap menerima mandat untuk maju sebagai calon presiden ke Pilpres 2019. Kesiapan Prabowo maju sebagai capres dinilai masih dilema karena syarat tiket koalisi belum ada jaminan.

Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno menganalisis secara hitungan syarat presidential threshold, koalisi Gerindra-PKS sudah cukup mengusung Prabowo. Namun, dengan syarat PKS mengalah soal mengajukan kader sebagai cawapres untuk Prabowo.

"Kalau PKS bisa mengalah, koalisi enggak ada masalah. Prabowo aman maju dengan gabungan kursi Gerindra-PKS," kata Adi, saat dikonfirmasi Jumat malam, 13 April 2018.

Adi melihat bila PKS mengalah, maka ada beberapa nama yang layak diprioritaskan menjadi pendamping Prabowo. Dua nama itu adalah Gubernur DKI Anies Baswedan dan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. Namun, Gatot dinilai lebih potensial jadi cawapres Prabowo ketimbang Anies.

"Anies mungkin saja digoda masuk gelanggang cawapres. Tapi, baiknya Anies selesaikan mandat di Jakarta. Gatot saya lihat yang lebih berpeluang," lanjut Adi.

Bagi dia, latar belakang militer yang sama antara Prabowo dan Gatot tak menjadi masalah. Menurutnya, tak relevan pola relasional sipil-militer, Islam-nasionalis, Jawa-non Jawa untuk Pilpres 2019.

"Sekarang itu yang penting bagaimana bisa menaikkan elektabilitas yang bisa mengunci kemenangan. Prabowo dan Gatot dikunci, duet elektabilitas ini bisa potensial," jelas Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia tersebut.


Kuat Logistik

Alasan Gatot dikedepankan juga karena kabar purnawirawan Jenderal ini punya kekuatan logistik dana. Secara rasional, tak bisa dimungkiri, maju ke Pilpres 2019, memerlukan dukungan logistik yang besar.

"Gatot ini masuk radar capres juga, selain cawapres. Bagaimana dinamikanya lihat nanti. Tapi, saya lihat duet Prabowo-Gatot sangat bisa terjadi," ujar Adi.

Hal senada disampaikan pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qadari. Ia melihat kabar Gatot yang punya logistik punya peluang sebagai capres.

Namun, bila maju sebagai capres lewat Gerindra, Gatot sulit mendapatkan chemistry dari Gerindra dan koalisi. Sebab, pilpres berbeda dengan pilkada. Peluang Gatot menjadi cawapres Prabowo cukup terbuka lebar.

"Konon katanya Pak Gatot punya logistik. Tapi, kalau dipaksakan capres, Gatot enggak punya connection ke Gerindra. Kebalikan Prabowo kurang logistik, tapi punya connection dengan Gerindra," kata M. Qadari dikutip dari acara tvOne, Jumat, 13 April 2018.[viva]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita