$hide=post-mobile

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0$m=0$show=home$hide=mobile$tbg=rgba(27,54,130,1)

$hide=post-label-search-archive-page-404

Dewan Pakar ICMI: Permintaan Maaf Sukmawati Tidak Hapus Tanggung Jawab Hukumnya

SHARE:


www.gelora.co - Sukmawati Soekarnoputri sudah meminta maaf atas puisi yang dinilai  menodai syariat Islam.

Dari segi normatif hukum, permintaan maaf putri Bung Karno itu tetap tidak menghapus perbuatan dan pertanggungjawaban pidananya. 

"Memang ada alasan subyektif yang bisa hapus pertanggungjawaban hukum pada pelakunya yaitu jika pelakunya gila," urai Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat, Anton Tabah Digdoyo kepada redaksi, Kamis (5/4). 

Hal ini sebagaimana diatur KUHP pasal 44. Dari segi agama pun demikian. 
Permintaan maaf Sukmawati haruslah diikuti sanksi-sanksi hukum yang lain. 
Anton mencontohkan, dalam hukum qisos karena melukai hidung balasannya sama. Pelaku melukai tangan juga begitu. Apalagi membunuh, kecuali pihak korban memaafkannya. 

"Tetap harus ada hukum kompensasi yang lain biasanya dengan denda dan lain-lain yang ditentukan pihak korban dan kalau terkait kepentingan umum dengan hukum berlapis," jelas purnawirawan jenderal polisi bintang satu ini. 

Penerapan hukum seperti ini, kata Anton, juga berlaku di negara-negara lain. Contoh di Amerika, sambung Anton, artis Zsa Zsa Gabor menampar polisi yang menilangnya tak dihukum kurungan tapi didenda 125 ribu dolar AS plus kerja sosial selama dua tahun. Zsa Zsa juga diskors dari profesinya selama setahun. 

Dibandingkan kasus Zsa Zsa, Anton menilai perbuatan Sukma sangatlah serius. Derajat keresahan sosialnya sangat tinggi dan meluas.

Anton mengingatkan. UU di Indonesia tegas mengancam dengan pidana berat. Yurisprudensinya sudah sangat banyak. Bahkan dalam delik formal, unsur pidana seperti kasus Sukma tak perlu ada aduan. Polisi bisa melakukan tindakan hukum.

Terlebih di tengah  situasi yang sedang ramai kasus hatespeech Asma Dewi, Jonru Ginting, Alfian Tanjung, Bambang Tri, Buni Yani yang dinilainya tidak jelas saja langsung dipenjara. 

"Kasus Sukma ini nyata hate akidah kebencian terhadap akidah. Lebih meresahkan dari kasus Asma Dewi dan kawan-kawan tadi," tegas Anton. 

Ada tuntutan kepastian, kesaman, dan keadilan hukum pada situasi ini. 

"Saya ingatkan jangan gagal pahami hukum lalu nilai kasus Sukma sebagai karya seni. UU nya sangat tegas karya seni kerya jurnalistik dilarang keras sentuh SARA. Apalagi kasus penodaan agama ada UU khusus dan ada Surat Mahkamah Agung (SeMA). ," imbuhnya, menekankan.

Hemat dia, jika Sukmawat tidak dipenjara maka harus ada hukuman sosial berlapis dan ini bisa dirumuskan oleh umat dan aparat. "Itu maksud jika akan kedepankan musyawarah dalam hukum restorative justice. Bukan tanpa syarat," demikian Anton.[rmol]

TERKAIT:
loading...
Nama

AUTO,1,DAERAH,107,EKBIS,473,ekonomi,12,GLOBAL,556,HEADLINE,1735,HUKUM,1578,inspirasi,1,internasional,26,KESEHATAN,43,KHAZANAH,128,KOLOM,178,KRIMINAL,242,LIFESTYLE,4,METRO,393,metropolitan,1,NASIONAL,3547,PERISTIWA,1625,POLITIK,2713,SELEB,249,SPORT,30,TEKNO,27,
ltr
item
Gelora.co: Dewan Pakar ICMI: Permintaan Maaf Sukmawati Tidak Hapus Tanggung Jawab Hukumnya
Dewan Pakar ICMI: Permintaan Maaf Sukmawati Tidak Hapus Tanggung Jawab Hukumnya
Memang ada alasan subyektif yang bisa hapus pertanggungjawaban hukum pada pelakunya yaitu jika pelakunya gila
https://2.bp.blogspot.com/-XIZ2cSjDdNA/WsWLutOgRDI/AAAAAAABqJM/1XM0ZxlJsvUFTHBay45EPjizZ4RoRZ0DACLcBGAs/s640/sukm3.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-XIZ2cSjDdNA/WsWLutOgRDI/AAAAAAABqJM/1XM0ZxlJsvUFTHBay45EPjizZ4RoRZ0DACLcBGAs/s72-c/sukm3.jpg
Gelora.co
http://www.gelora.co/2018/04/dewan-pakar-icmi-permintaan-maaf.html
http://www.gelora.co/
http://www.gelora.co/
http://www.gelora.co/2018/04/dewan-pakar-icmi-permintaan-maaf.html
true
6611013162495397307
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By HOME PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request ke Halaman Utama Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy