$hide=post-mobile

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0$m=0$show=home$hide=mobile$tbg=rgba(27,54,130,1)

$hide=post-label-search-archive-page-404

Bisnis Penjual Pulsa Terancam Mati

SHARE:

www.gelora.co - Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) akhirnya mau angkat bicara terhadap aksi demo para pengelola outlet penjual pulsa yang berlangsung di berbagai kota Indonesia.

Setidaknya, aksi unjuk rasa menolak pembatasan registrasi SIM card ini terjadi di Jakarta, Denpasar, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, hingga Makassar. Mereka khawatir, apabila ini terus berlanjut, maka akan membuat mereka gulung tikar.

Perihal persoalan ini Komisioner BRTI I Ketut Prihadi Kresna, mengatakan pihaknya belum bisa banyak komentar terlebih dulu sebelum melakukan diskusi internal.

"Kami akan menampung dahulu aspirasi dari teman-teman pedagang kartu perdana tersebut dan nanti akan kami diskusikan di internal BRTI dan (Kementerian) Kominfo," ujar Ketut kepada detikINET, Senin (2/4/2018).

Saat ditanya, sampai kapan diskusi tersebut berjalan, Ketut mengatakan bahwa itu belum bisa dipastikan waktunya. "Insya Allah sesegera mungkin kami pelajari dan diskusikan. Saya tidak bisa pastikan kapan," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, seperti aksi yang terjadi di Denpasar. Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali 'digeruduk' oleh para penjual kartu perdana. Setelah memasuki halaman, massa yang tergabung dalam Kesatuan Niaga Celluler Indonesia (KNCI) Bali langsung menuju wantilan DRPD.

Aksi ini mereka lakukan untuk menolak surat edaran dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tentang pembatasan satu Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk tiga kali registrasi nomor seluler.

"Jadi tuntutan kami sangat jelas bahwa kami setuju akan resgistrasi untuk KTP, validasi untuk KTP dan NIK tetapi yang kami tentang adalah larangan satu NIK untuk tiga perdana," ujar Kalvataru, koordinator aksi di wantilan DPRD Bali.

Jika itu dilakukan, lanjutnya, akan membunuh usaha para pemilik outlet. Ini berdasarkan dari prosentasi keuntungan rata-rata dari penjual outlet kecil. Sebanyak 80% keuntungan yang ada saat ini berasal dari kartu perdana.

"Jika itu benar-benar diterapkan maka dijamin kita akan gulung tikar. Lima juta outlet yang ada di Indonesia akan gulung tikar," tegas dia. (dtk)

TERKAIT:
loading...
Nama

AUTO,1,DAERAH,107,EKBIS,473,ekonomi,12,GLOBAL,555,HEADLINE,1735,HUKUM,1578,inspirasi,1,internasional,26,KESEHATAN,43,KHAZANAH,128,KOLOM,178,KRIMINAL,242,LIFESTYLE,4,METRO,393,metropolitan,1,NASIONAL,3547,PERISTIWA,1625,POLITIK,2713,SELEB,249,SPORT,30,TEKNO,27,
ltr
item
Gelora.co: Bisnis Penjual Pulsa Terancam Mati
Bisnis Penjual Pulsa Terancam Mati
Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) akhirnya mau angkat bicara terhadap aksi demo para pengelola outlet penjual pulsa yang berlangsung di berbagai kota Indonesia.
https://3.bp.blogspot.com/-237TCayXmqE/WsI-1wwnXQI/AAAAAAAAKx8/Un14OdPxoukPhAt3jhiFr8prCOXq6KIeACK4BGAYYCw/s640/060ededa-7b0f-4709-85fb-5ed5efc59d11_169.jpeg
https://3.bp.blogspot.com/-237TCayXmqE/WsI-1wwnXQI/AAAAAAAAKx8/Un14OdPxoukPhAt3jhiFr8prCOXq6KIeACK4BGAYYCw/s72-c/060ededa-7b0f-4709-85fb-5ed5efc59d11_169.jpeg
Gelora.co
http://www.gelora.co/2018/04/bisnis-penjual-pulsa-terancam-mati.html
http://www.gelora.co/
http://www.gelora.co/
http://www.gelora.co/2018/04/bisnis-penjual-pulsa-terancam-mati.html
true
6611013162495397307
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By HOME PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request ke Halaman Utama Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy