$hide=post-mobile

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0$m=0$show=home$hide=mobile$tbg=rgba(27,54,130,1)

$hide=post-label-search-archive-page-404

Pembagian Sertifikat Dianggap Program Gagal Paham

SHARE:


www.gelora.co - Program pembagian sertifikat tanah yang gencar dilakukan oleh Presiden Joko Widodo dianggap sebagai bentuk kegagalan pemerintah dalam memahami land reform atau reformasi agraria.

Senator lembaga Pro Demokrasi (Prodem), Paskah Irianto membantah jika upaya tersebut dianggap sebagai land reform. Menurutnya, pemerintah harus bisa membedakan antara pembagian lahan (land distribution) dengan reformasi agraria (land reform).

“Nah mereka (pemerintah) klaim land distribution ini adalah land reform, ini salah” ujar Paskah kepada Aktual, Sabtu (24/3).

Dalam era Soekarno, upaya land reform sendiri dilakukan dengan membuat tiga regulasi, yaitu UU Pokok Agraria, UU Pokok Bagi Hasil dan UU Penetapan Batas Maksimum Tanah Pertanian.

Artinya, lanjut Paskah, sangat salah kaprah jika menganggap pembagian sertifikat sebagai satu-satunya upaya land reform.

Paskah menegaskan, jika memang serius melakukan land reform, pemerintah harusnya melakukan pembagian lahan yang dibarengi dengan program lainnya.

“Kalau menurut saya, mereka (petani) harusnya dikasih HGU (hak guna usaha) saja. Kalau pemerintah berniat untuk membela petani, maka dia dikasih HGU, kemudian dia diberikan modal kerja, kemudian diberikan saluran bisnisnya,” paparnya.

Paskah menjelaskan, pemberian sertifikat tanah ini nantinya hanya akan mengulangi kesalahan masa lalu saja. Program ‘Hutan Untuk Rakyat’ era Presiden Gus Dur misalnya, pada akhirnya justru kurang optimal lantaran banyak petani di berbagai daerah yang menjual lahannya untuk melangsungkan hidup.

“Apa kebutuhan rakyat terhadap tanah? Katakanlah petani dengan sertifikat 2 hektar, itu mungkin bisa jadi alat produksi, tapi ini bisa terwujud kalau dia punya modal kerja. Kalau dia tidak punya modal kerja, bagaimana tanahnya jadi produktif?” paparnya.

“Menurut saya tidak akan efektif, jadi ujungnya pencitraan saja,” tutup aktivis 80 an ini. [akt]

TERKAIT:
loading...
Nama

AUTO,1,DAERAH,107,EKBIS,480,ekonomi,12,GLOBAL,558,HEADLINE,1741,HUKUM,1587,inspirasi,1,internasional,26,KESEHATAN,43,KHAZANAH,128,KOLOM,178,KRIMINAL,242,LIFESTYLE,4,METRO,393,metropolitan,1,NASIONAL,3565,PERISTIWA,1641,POLITIK,2732,SELEB,249,SPORT,31,TEKNO,27,
ltr
item
Gelora.co: Pembagian Sertifikat Dianggap Program Gagal Paham
Pembagian Sertifikat Dianggap Program Gagal Paham
Paskah menegaskan, jika memang serius melakukan land reform, pemerintah harusnya melakukan pembagian lahan yang dibarengi dengan program lainnya.
https://1.bp.blogspot.com/-oEUfNo_6o1M/Wrce2TPXZJI/AAAAAAABoD8/MmFNdpYBTFsBmgCSuVqueEdTz0jtmtAuQCLcBGAs/s640/aslfkl.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-oEUfNo_6o1M/Wrce2TPXZJI/AAAAAAABoD8/MmFNdpYBTFsBmgCSuVqueEdTz0jtmtAuQCLcBGAs/s72-c/aslfkl.jpeg
Gelora.co
http://www.gelora.co/2018/03/pembagian-sertifikat-dianggap-program.html
http://www.gelora.co/
http://www.gelora.co/
http://www.gelora.co/2018/03/pembagian-sertifikat-dianggap-program.html
true
6611013162495397307
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By HOME PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request ke Halaman Utama Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy