$hide=post-mobile

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0$m=0$show=home$hide=mobile$tbg=rgba(27,54,130,1)

$hide=post-label-search-archive-page-404

Kiai Asad: dengan Pancasila Jiwa Orang Indonesia Terbentuk Menjadi Manusia yang Harmonis dan Toleran

SHARE:



www.gelora.co - Pancasila adalah ideologi terbaik di dunia. Dalam Pancasila terdapat harmoni tentang kehidupan beragama dan berbudaya yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia, terutama dalam menghadapi serangan ideologi transnasionial yang ingin memecah belah Nusantara.

“Pancasila itu artinya gotong royong, serasi, selaras, baik dalam beragama maupun berbudaya. Artinya dengan Pancasila jiwa orang Indonesia terbentuk menjadi manusia yang harmonis dan toleran. Itulah kekuatan Pancasila dan itu telah kita buktikan sejak dari jaman kemerdekaan sampai sekarang,” ungkap mantan ketua umum PBNU, KH Asad Said Ali, Jumat (30/3/2018).

Menurut Kiai Asad, Pancasila yang lahir dari hasil kesepakatan para tokoh negeri, baik tokoh nasionalis maupun tokoh agama, saat Indonesia baru didirikan. Terbukti Pancasila menjadi ideologi terbaik bagi Indonesia dengan berbagai keragamannya.

Kendati demikian, ia tidak menampik ada banyak kelompok yang ingin ‘menggoyang’ Pancasila. Karena itu bangsa Indonesia harus terus memperkuat persatuan dan pemahaman Pancasila sebagai antisipasi dari berbagai ancaman terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pancasila itu adalah satu kesatuan antara agama dan budaya atau hubbul wathon minal iman. Artinya dengan lima sila yang ada, negara kita bukan negara sekuler atau teokrasi, tapi negara beragama,” tutur mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ini.

Ia mengungkapkan, setelah periode reformasi lalu, ada kelompok yang ingin menarik Indonesia menjadi negara sekuler. Misalnya, mereka mengatakan Pancasila ingin ‘dihijaukan’, kemudian juga ada yang mengatakan Pancasila anti syariat islam.

Kemudian pada tahun 1956, PKI waktu di Konstituante, meminta sila ketuhanan yang maha esa diganti dengan kebebasan beragama dan berkeyakinan, dan lain sebagainya yang menjadi kekacauan saat itu.

“Itu penafsiran yang keliru. Yang benar islam telah diwadahi dalam Pancasila. Makanya dalam Dekrit Presiden 1959 disebutkan Piagam Jakarta menjiwai Pancasila,” kata Kiai Asad.

Dan sekarang nilai-nilai syariat islam yang bersifat universal sudah diterapkan dalam bentuk Undang-undang seperti UU Haji, UU Bank Syariah, UU Perkawinan, dan lain-lain. Itu bukti bahwa Pancasila menaungi syariat islam sehingga yang kelompok yang mengatakan Pancasila tidak memuat syariat islam itu adalah salah.

Kiai As’ad menilai bahwa Indonesia adalah negara yang bisa menghasilkan ideologi yang bisa menaungi bangsa besar ini yaitu Pancasila. Beda dengan negara-negara lain.

Sebut saja Pakistan dan Arab Saudi, yang sampai saat ini masih terus mencari ideologi ideal untuk negaranya. Ini patut disyukuri oleh seluruh pihak. Apalagi Pancasila sangat fleksibel dan terus relevan dengan perkembangan jaman.

Dalam hal ini, Kiai Asad memuji langkah pemerintah dengan lahirnya UU melarang organisasi masyarakat yang anti Pancasila seperti Hizbut Thahir Indonesia (HTI).

Dan pada saat yang sama, Presiden Joko Widodo membentuk Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Menurutnya, langkah ini merupakan suatu kemajuan dalam rangka menstabilkan dan menjaga eksistensi NKRI.

“Semua ideologi baik, tapi tidak semua ideologi lain cocok buat kita. Yang baik kita ambil yang jelek kita buang. Silakan mau mendirikan khilafah, tapi jangan disini. Jangan berlindung dengan mengatakan khilafah itu hanya wacana. Kalau wacana sudah ada organisasi bukan wacana lagi. Jadi pemahaman seperti ini harus dihilangkan. Ketika kita melangkah bernegara, maka visi dan ideologi negara yang jadi acuan yaitu Pancasila,” papar Kiai Asad.[tn]

TERKAIT:
loading...
Nama

AUTO,1,DAERAH,107,EKBIS,480,ekonomi,12,GLOBAL,558,HEADLINE,1741,HUKUM,1587,inspirasi,1,internasional,26,KESEHATAN,43,KHAZANAH,128,KOLOM,178,KRIMINAL,242,LIFESTYLE,4,METRO,393,metropolitan,1,NASIONAL,3565,PERISTIWA,1641,POLITIK,2732,SELEB,249,SPORT,31,TEKNO,27,
ltr
item
Gelora.co: Kiai Asad: dengan Pancasila Jiwa Orang Indonesia Terbentuk Menjadi Manusia yang Harmonis dan Toleran
Kiai Asad: dengan Pancasila Jiwa Orang Indonesia Terbentuk Menjadi Manusia yang Harmonis dan Toleran
Pancasila itu artinya gotong royong, serasi, selaras, baik dalam beragama maupun berbudaya
https://1.bp.blogspot.com/-ZNktLpNrDZ4/Wr4rLm3ku9I/AAAAAAABpNA/hzn_NEt0GRoHK4b8ENBE5pOln41RosZqgCLcBGAs/s640/kh-asad-said-ali_20180330_185607%2B%25281%2529.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-ZNktLpNrDZ4/Wr4rLm3ku9I/AAAAAAABpNA/hzn_NEt0GRoHK4b8ENBE5pOln41RosZqgCLcBGAs/s72-c/kh-asad-said-ali_20180330_185607%2B%25281%2529.jpg
Gelora.co
http://www.gelora.co/2018/03/kiai-asad-dengan-pancasila-jiwa-orang.html
http://www.gelora.co/
http://www.gelora.co/
http://www.gelora.co/2018/03/kiai-asad-dengan-pancasila-jiwa-orang.html
true
6611013162495397307
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By HOME PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request ke Halaman Utama Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy