$hide=post-mobile

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0$m=0$show=home$hide=mobile$tbg=rgba(27,54,130,1)

$hide=post-label-search-archive-page-404

Bahayakan Ekonomi Indonesia, Jokowi Diminta Berhentikan Menteri Perdagangan

SHARE:

www.gelora.co - Presiden Joko Widodo, diminta berhentikan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, karena dinilai membahayakan perekonomian Indonesia. Hal ini akibat dari banyaknya impor pangan yang terjadi beberapa waktu belakangan.

“Saya minta Presiden Jokowi untuk bertemu secara informal dengan Ketua Partai Nasional Demokrat (Surya Paloh) untuk meminta usulan pengganti Enggartiasto karena sudah membahayakan ekonomi Indonesia,” ungkap mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli, seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, di Jakarta, Rabu (21/3).

Rizal menduga, impor pangan yang dilakukan pemerintah, dimanfaatkan pihak-pihak mendapatkan dana untuk pembiayaan politik.

“Biaya politik yang paling besar itu ada di impor pangan,” tuturnya.

Rizal yang mengukuhkan diri sebagai calon presiden 2019 ini mengungkapkan, harga pangan yang diimpor ke Indonesia dua kali lipat lebih mahal dibandingkan harga pangan di negara lain. “Jadi, pihak yang memperoleh kuota impor pangan tentu akan mendapat untung besar,” ungkapnya.

Akibat kebijakan impor pangan tersebut, kata Rizal, mematikan pendapatan petani Indonesia, karena dilakukan pada waktu yang tidak tepat, yakni saat petani lokal justru panen hasil tanamnya. “Kebijakan itu tentu menyebabkan harga anjlok dan merugikan para petani yang sejak lama menantikan hasil tanamnya,” paparnya.

Ia menyontohkan, hal itu terjadi di Brebes beberapa bulan lalu. Pemerintah memutuskan impor bawang justru ketika menjelang masa panen. Alhasil, harga bawang anjlok, petani pun misuh-misuh. Kemudian, saat panen selesai, impor malah berkurang, sehingga harga naik sekitar Rp10.000.

Begitu pula yang terjadi dalam kebijakan impor gula saat panen tebu, dan impor beras justru menjelang panen pada kuartal pertama tahun ini.

“Kalau impor karena cuaca dan lain-lain saya setuju, tapi tidak kalau kelangkaan ada dengan alasan yang dibuat-buat,” tegas dia.

Khusus untuk impor beras, Rizal mengkritik kinerja Badan Urusan Logistik (Bulog) yang tidak menjalankan perannya dengan baik. Beberapa bulan lalu, Bulog tak menyerap hasil produksi petani 100 persen karena menganggap harga gabah saat itu mahal, otomatis stok di gudang pun menjadi minim. Tidak hanya itu, operasi pasar juga tidak dilakukan dengan baik sehingga harga pasar bergejolak.

“Saya pernah menjadi Kepala Bulog, dan tahu cara melakukan pengendalian harga. Harusnya Bulog punya strategi yang tepat untuk mengendalikan harga, tidak bisa menunggu saja, dan setiap hari harus terus memonitor,” katanya.

Beberapa waktu terakhir, pemerintah memang gencar mengambil kebijakan impor berbagai bahan pangan. Mulai dari gula, daging, bawang, beras, hingga garam.

Pada awal 2018, pemerintah memutuskan untuk mengimpor beras khusus dengan kuota sebesar 500 ribu ton yang berlaku sampai Juni tahun ini.

Dari kuota tersebut, pemerintah telah mengimpor 261 ribu ton pada akhir Februari, dan sebanyak 159 ribu ton beras impor akan masuk ke Indonesia akhir Maret ini.

Kementerian Perindustrian memperkirakan garam impor untuk industri akan tiba di Indonesia paling lambat Mei 2018. Garam impor berasal dari China, Australia, India, dan beberapa negara lain.

Hal itu dilakukan menindaklanjuti Surat Persetujuan Impor (SPI) garam sebanyak 676 ribu untuk kebutuhan 27 industri. (akt)

TERKAIT:
loading...
Nama

AUTO,1,DAERAH,109,EKBIS,501,ekonomi,12,GLOBAL,561,HEADLINE,1817,HUKUM,1605,inspirasi,1,internasional,26,KESEHATAN,43,KHAZANAH,131,KOLOM,183,KRIMINAL,245,LIFESTYLE,4,METRO,398,metropolitan,1,NASIONAL,3638,PERISTIWA,1675,POLITIK,2840,SELEB,250,SPORT,31,TEKNO,28,
ltr
item
Gelora.co: Bahayakan Ekonomi Indonesia, Jokowi Diminta Berhentikan Menteri Perdagangan
Bahayakan Ekonomi Indonesia, Jokowi Diminta Berhentikan Menteri Perdagangan
Presiden Joko Widodo, diminta berhentikan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, karena dinilai membahayakan perekonomian Indonesia.
https://2.bp.blogspot.com/-fN7xGqj4OzE/WrJpQlujDtI/AAAAAAAAKOY/x82s6tBk0UgBttlVQXrSXjkmNu3Oz6uKQCK4BGAYYCw/s640/65f9e7f0-b100-4ee8-980f-b15a8e47d0a8_169.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-fN7xGqj4OzE/WrJpQlujDtI/AAAAAAAAKOY/x82s6tBk0UgBttlVQXrSXjkmNu3Oz6uKQCK4BGAYYCw/s72-c/65f9e7f0-b100-4ee8-980f-b15a8e47d0a8_169.jpg
Gelora.co
http://www.gelora.co/2018/03/bahayakan-ekonomi-indonesia-jokowi.html
http://www.gelora.co/
http://www.gelora.co/
http://www.gelora.co/2018/03/bahayakan-ekonomi-indonesia-jokowi.html
true
6611013162495397307
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By HOME PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request ke Halaman Utama Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy