$hide=post-mobile

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0$m=0$show=home$hide=mobile$tbg=rgba(27,54,130,1)

$hide=post-label-search-archive-page-404

Sejarah Sebenarnya Hari Valentine, Bukan Kasih Sayang tapi Tragedi Penggal Kepala!

SHARE:


www.gelora.co - Hari Valentine selalu diperingati pada tanggal 14 Februari setiap tahunnya.

Pada hari itu, selalu didentikkan dengan cinta, kasih sayang, mawar merah, puisi, hadiah dan coklat.

Tapi apa sejatinya sejarah Hari Valentine ini?

Berdasarkan berbagai literasi, disebutkan ada beberapa versi yang muncul.

Namun, versi tragedi berdarah lebih banyak dipercaya sebagai asal-muasal peringatan Hari Valentine.

Dikisahkan, di kerajaan Romawi pada 269 Masehi dalam masa kepemimpinan Kaisar Claudius, hidup seorang pendeta Kristen, yakni Santo Valentine.

Claudius sendiri dikenal sebagai kaisar kejam dengan ambisi memiliki angkatan perang yang besar.

Karena itu, sang kaisar mewajibkan seluruh pria untuk bergabung menjadi prajuritnya agar bisa menjadi penguasa dunia.

Sayangnya, rakyatnya menentang dengan alasan tak ingin terlibat perang dan meninggalkan istri atau kekasihnya.

Hal itu kemudian membuat Claudius marah besar dan membuat kebijakan pelarang pernikahan.

Santo Valentine saat itu menjadi yang paling menolak kebijakan tak masuk akal sang kaisar.

Sebagai pendeta, ia tetap menikahkan pasangan-pasangan kekasih menjadi suami-istri, meski dilakukan secara diam-diam.

Namun, hal itu diketahui Claudius yang akhirnya memberi Santo Valentine peringatan keras.

Akan tetapi, peringatan itu tak digubris sang pendeta. Hingga suatu malam, Santo Valentine tertangkap basah sedang menikahkan sepasang kekasih.

Beruntung, pasangan kekasih itu bisa melarikan diri. Tapi nahas, sang pendeta justru tertangkap dan dijebloskan ke dalam penjara.

Sebagai akibat menentang kaisar, Claudius menjatuhkan hukuman pancung kepada Santo Valentine.

Hari pemenggalan kepala sang pendeta itu, dipercaya terjadi tepat pada tanggal 14 Februari.

Kisah dan kematian Santo Valentine itu kemudian menyebar hingga ke seluruh penjuru Roma.

Cerita itu kemudian disampaikan secara turun-temurun dan dipercaya dari generasi ke genarasi.[psi]

TERKAIT:
loading...
Nama

AUTO,1,DAERAH,77,EKBIS,334,ekonomi,5,GLOBAL,478,HEADLINE,1144,HUKUM,1018,internasional,14,KESEHATAN,11,KHAZANAH,71,KRIMINAL,102,LIFESTYLE,1,METRO,296,metropolitan,1,NASIONAL,2489,OPINI,126,PERISTIWA,1040,POLITIK,1146,SELEB,129,SPORT,23,TEKNO,2,
ltr
item
Gelora.co: Sejarah Sebenarnya Hari Valentine, Bukan Kasih Sayang tapi Tragedi Penggal Kepala!
Sejarah Sebenarnya Hari Valentine, Bukan Kasih Sayang tapi Tragedi Penggal Kepala!
Tragedi berdarah lebih banyak dipercaya sebagai asal-muasal peringatan Hari Valentine.
https://4.bp.blogspot.com/-D-igSUULjuI/WoQm4SRwUyI/AAAAAAABjG4/TR0ZmDc1IVMgv6dKm0-oH2b8WPZ-ipwhACLcBGAs/s640/Santo-Valentine-730x355.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-D-igSUULjuI/WoQm4SRwUyI/AAAAAAABjG4/TR0ZmDc1IVMgv6dKm0-oH2b8WPZ-ipwhACLcBGAs/s72-c/Santo-Valentine-730x355.jpg
Gelora.co
http://www.gelora.co/2018/02/sejarah-sebenarnya-hari-valentine-bukan.html
http://www.gelora.co/
http://www.gelora.co/
http://www.gelora.co/2018/02/sejarah-sebenarnya-hari-valentine-bukan.html
true
6611013162495397307
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By HOME PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request ke Halaman Utama Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy