$hide=post-mobile

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0$m=0$show=home$hide=mobile$tbg=rgba(27,54,130,1)

$hide=post-label-search-archive-page-404

Pengamat: Ada Motif Balas Dendam Interpelasi Terhadap Anies

SHARE:


www.gelora.co - Pengamat Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedillah Badrun menilai hak interpelasi yang hendak digunakan Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta merupakan wujud kritis wakil rakyat terhadap berbagai kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Namun, ia juga melihat pola pengajuan interpelasi kali ini sebagai balas dendam.

Balas dendam, maksud Ubedillah, mengingat dulu fraksi partai-partai oposisi juga pernah berencana menginterpelasi Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat menjabat Gubernur DKI tapi berujung batal.

"Saya kira ini polanya seperti pola dendam, pada masa Ahok juga pernah ingin interpelasi, tapi ini lebih kepada kritik terhadap langkah-langkah Anies Baswedan agar lebih berhati-hati mengambil kebijakan dan on the track menggunakan APBD dan seterusnya," ujar dia kepada Republika.co.id, Senin (5/2).

Menurut Ubedillah, kalau sebatas ingin mengevaluasi, tentu tidak masalah. Kalau jika sudah bermuatan politis seperti menghambat kinerja Pemprov DKI maka langkah interpelasi itu menjadi kontraproduktif.

"Kalau sebatas evaluasi itu enggak apa-apa. Tapi kalau sudah sangat politis untuk menghambat kerja-kerja, itulah yang patut menjadi perhatian publik," ujar dia.

Seperti diketahui, wacana Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta menggunakan hak interpelasi atas Gubernur Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno terus bergulir. Menurut Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono, kebijakan Gubernur Anies Baswedan dan Sandiaga banyak melanggar undang-undang (UU) dan peraturan daerah (perda).

Hak interpelasi ini diajukan dengan niat untuk melakukan koreksi atas kebijakan Anies-Sandi. PDIP, kata Gembong, akan memaksimalkan fungsi pengawasan. Hal ini juga akan dikomunikasikan dengan fraksi-fraksi lain, termasuk Fraksi Partai Gerindra dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Fraksi PDIP beralasan, setidaknya ada dua kebijakan Anies-Sandi yang melanggar UU dan peraturan daerah. Pertama, kebijakan penataan kawasan Tanah Abang. Kedua, terkait pemberian izin penyelenggaraan kegiatan besar di Monas. Kebijakan pembukaan Monas untuk kegiatan masyarakat ini, kata mereka, telah mengesampingkan Keputusan Presiden Nomor 25 Tahun 1995. [rol]

TERKAIT:
Loading...
Nama

AUTO,1,DAERAH,134,EKBIS,651,GLOBAL,686,HEADLINE,2405,HUKUM,1823,KEAMANAN,2,KESEHATAN,51,KHAZANAH,169,KOLOM,233,KRIMINAL,275,LIFESTYLE,8,METRO,507,NASIONAL,4413,PERISTIWA,2276,POLITIK,3321,SELEB,289,SPORT,36,TEKNO,30,
ltr
item
Gelora.co: Pengamat: Ada Motif Balas Dendam Interpelasi Terhadap Anies
Pengamat: Ada Motif Balas Dendam Interpelasi Terhadap Anies
Saya kira ini polanya seperti pola dendam, pada masa Ahok juga pernah ingin interpelasi, tapi ini lebih kepada kritik
https://3.bp.blogspot.com/-ONXUwKIGZQs/Wnfj55Nc5_I/AAAAAAAA1p0/xnqsRtohqAg42o0NruAj1eBPM-TTp1irQCLcBGAs/s640/0.37692200-1509435488-830-556.jpeg
https://3.bp.blogspot.com/-ONXUwKIGZQs/Wnfj55Nc5_I/AAAAAAAA1p0/xnqsRtohqAg42o0NruAj1eBPM-TTp1irQCLcBGAs/s72-c/0.37692200-1509435488-830-556.jpeg
Gelora.co
http://www.gelora.co/2018/02/pengamat-ada-motif-balas-dendam.html
http://www.gelora.co/
http://www.gelora.co/
http://www.gelora.co/2018/02/pengamat-ada-motif-balas-dendam.html
true
6611013162495397307
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By HOME PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request ke Halaman Utama Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy