$hide=post-mobile

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0$m=0$show=home$hide=mobile$tbg=rgba(27,54,130,1)

$hide=post-label-search-archive-page-404

Pengamat: Panglima, Hati-Hati Ini Nyerempet Politik

SHARE:


www.gelora.co - Pengamat Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi melihat pembatalan keputusan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto terkait pemberhentian Pangkostrad Jenderal Edy Rahmayadi tentu saja memiliki konsekuensi.

"Panglima, hati-hati. Ini nyerempet politik loh," kata dia melalui siaran pers, Rabu (20/12).

Fahmi menilai dampak keputusan Panglima mengganti surat No. Kep/982/XII/2017 terkait pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI bukan hanya membuat Edy bisa gagal mengikuti kontestasi pilkada Sumatera Utara (Sumut) 2018.

"Cuma itu saja? Tentu tidak. Yang bersangkutan (Edy) diketahui sudah mengajukan permohonan pensiun dini sejak beberapa waktu lalu," katanya.

Sesuai aturan, kata dia, seorang perwira TNI harus berhenti dari dinas aktif ketika mendaftar sebagai bakal calon kepala daerah ke KPU. Edy adalah satu-satunya bakal calon Gubernur Sumut yang telah jelas partai pengusung dan wakilnya.

Artinya, Edy, menurut Fahmi, tentu saja sudah siap lahir batin untuk bertarung. Dan itu adalah hasil proses komunikasi politik yang tak sederhana. "Keputusan Panglima berpotensi memporak-porandakan hal itu. Imbas yang paling enteng bisa jadi adalah kekecewaan implisit di balik loyalitas seorang perwira," kata dia.

Imbas yang lebih berat adalah kegaduhan baru yang akan muncul. Apakah Gerindra, PAN dan Demokrat akan diam saja? Fahmi menyebut Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto harus bijak. "Kenapa tak berfikir, mungkin perwiranya yang satu ini lebih bermanfaat bagi rakyat Sumatera Utara? Lagipula Edy belum tentu menang. Masih panjang prosesnya. Bisa saja justru figur lain yang terpilih," tuturnya.

Edy Rahmayadi juga dinilainya bukan sosok yang luar biasa istimewa untuk digandoli di TNI. Stok pengganti yang mumpuni, bahkan yang lebih berkualitas banyak. Seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Edy juga tentu saja paham konsekuensinya. Ini disebutnya sebagai 'point of no return'.[rol]

TERKAIT:
loading...
Nama

AUTO,1,DAERAH,77,EKBIS,334,ekonomi,5,GLOBAL,478,HEADLINE,1144,HUKUM,1019,internasional,15,KESEHATAN,11,KHAZANAH,71,KRIMINAL,102,LIFESTYLE,1,METRO,296,metropolitan,1,NASIONAL,2490,OPINI,126,PERISTIWA,1042,POLITIK,1151,SELEB,132,SPORT,25,TEKNO,2,
ltr
item
Gelora.co: Pengamat: Panglima, Hati-Hati Ini Nyerempet Politik
Pengamat: Panglima, Hati-Hati Ini Nyerempet Politik
Panglima, hati-hati. Ini nyerempet politik loh," kata dia melalui siaran pers
https://3.bp.blogspot.com/-B5rPzxBu8HI/WjndbOgyh1I/AAAAAAABhnE/WVkYAFqh3xAsqaB4aY5t0W5uh6tIsWVcgCLcBGAs/s640/panglima-hadi.jpeg
https://3.bp.blogspot.com/-B5rPzxBu8HI/WjndbOgyh1I/AAAAAAABhnE/WVkYAFqh3xAsqaB4aY5t0W5uh6tIsWVcgCLcBGAs/s72-c/panglima-hadi.jpeg
Gelora.co
http://www.gelora.co/2017/12/pengamat-panglima-hati-hati-ini.html
http://www.gelora.co/
http://www.gelora.co/
http://www.gelora.co/2017/12/pengamat-panglima-hati-hati-ini.html
true
6611013162495397307
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By HOME PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request ke Halaman Utama Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy