$hide=post-mobile

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0$m=0$show=home$hide=mobile$tbg=rgba(27,54,130,1)

$hide=post-label-search-archive-page-404

Penerbit Yudhistira Mohon Maaf, tapi tak Tarik Buku IPS

SHARE:


www.gelora.co - Penerbit Yudhistira Ghalia Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas penulisan Yerussalem sebagai Ibu kota Israel pada buku pelajaran IPS kelas VI yang belakangan ini diperdebatkan. Penerbit Yudhistira menyebut, pencantuman Yerusalem sebagai Ibu kota Israel itu berdasarkan pada sumber internet World Population Data Sheet 2010.

"Kami menyampaikan mohon maaf sehubungan dengan informasi yang berkembang saat ini atas kesalahan penyebutan Yerusalem sebagai ibu kota Israel," ungkap kepala penerbitan Yudhistira Dedi Hidayat melalui pesan tertulisnya kepada Republika.co.id, Rabu (13/12).

Dedi mengaku, tidak mengetahui jika data yang dikutip dari sumber internet tersebut masih menjadi perdebatan dan belum diakui secara internasional. Terlebih, menurut Dedi, sumber-sumber lain di internet pun mencantumkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Hingga kini, Dedi belum berencana untuk menarik buku-buku yang telah terbit di pasaran. Hanya sebagai permohonan maaf, pihaknya akan melakukan revisi isi buku pada cetakan selanjutnya.

"Kami mohon maaf jika sumber yang kami ambil dianggap keliru. Kami akan melakukan perbaikan atau revisi isi buku tersebut pada cetakan berikutnya," tegas Dedi.

Belakangan, buku IPS kelas VI terbitan Yudhistira yang beredar di masyarakat diperdebatkan. Sebab, dalam buku karangan Sutoyo dan Leo Agung tersebut mencantumkam Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menegaskan, keberadaan buku tersebut sejak Selasa (12/12) pagi telah dihapus dari daftar BSE milik Kemendikbud. Selanjutnya, Muhadjir akan menelaah terlebih dahulu untuk melihat signifikansi masalah terkait buku tersebut.

"Kalau sebatas salah tulis, cukup diralat. Naskah buku itu kan bebas diunduh oleh siapa saja karena hak ciptanya sudah milik Kemendikbud," kata Muhadjir. [rci]

TERKAIT:
loading...
Nama

AUTO,1,DAERAH,77,EKBIS,334,ekonomi,5,GLOBAL,478,HEADLINE,1144,HUKUM,1019,internasional,15,KESEHATAN,11,KHAZANAH,71,KRIMINAL,102,LIFESTYLE,1,METRO,296,metropolitan,1,NASIONAL,2490,OPINI,126,PERISTIWA,1050,POLITIK,1161,SELEB,132,SPORT,25,TEKNO,2,
ltr
item
Gelora.co: Penerbit Yudhistira Mohon Maaf, tapi tak Tarik Buku IPS
Penerbit Yudhistira Mohon Maaf, tapi tak Tarik Buku IPS
Kami menyampaikan mohon maaf sehubungan dengan informasi yang berkembang saat ini atas kesalahan penyebutan Yerusalem sebagai ibu kota Israel
https://3.bp.blogspot.com/-WgGPVPtHeNA/WjCM-fMNrFI/AAAAAAAAwtA/iAtek6RU1PozvCZntzjRpasZjvxVK7xMQCLcBGAs/s640/mendikbud-prof-dr-muhadjir-effendy-dalam-agenda-pustekkom-kemdikbud-_170928154247-589.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-WgGPVPtHeNA/WjCM-fMNrFI/AAAAAAAAwtA/iAtek6RU1PozvCZntzjRpasZjvxVK7xMQCLcBGAs/s72-c/mendikbud-prof-dr-muhadjir-effendy-dalam-agenda-pustekkom-kemdikbud-_170928154247-589.jpg
Gelora.co
http://www.gelora.co/2017/12/penerbit-yudhistira-mohon-maaf-tapi-tak.html
http://www.gelora.co/
http://www.gelora.co/
http://www.gelora.co/2017/12/penerbit-yudhistira-mohon-maaf-tapi-tak.html
true
6611013162495397307
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By HOME PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request ke Halaman Utama Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy