$hide=post-mobile

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0$m=0$show=home$hide=mobile$tbg=rgba(27,54,130,1)

$hide=post-label-search-archive-page-404

Indef Beberkan Proyek Jokowi yang Tak Rasional

SHARE:


www.gelora.co - Peneliti Institute Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira mengatakan, ada sejumlah proyek strategis nasional yang diwacanakan Presiden Jokowi tidak rasional.

Untuk itu, Bhima menyarakankan agar pemerintah mengkaji ulang 245 proyek yang direncanakan pemerintahan Jokowi.

"Yang harus dilakukan sekarang oleh pemerintah adalah melakukan rasionalisasi target. Dari, 245 target yang harus selesai 2019 harus dipangkas agar lebih realistis menjadi 60," ujar Bhima kepada wartawan Selasa (12/12).

Menurut Bhima, saat ini pembangunan infrastruktur di era Presiden Jokowi tidak memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat. Hal itu terbukti dengan bertambahnya jumlah pengangguran di tahun 2017.

"Proyek 35 ribu megawatt perlu dipangkas karena ada kemungkinan terjadi oversupply listrik. Kemudian proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tidak feasible dilakukan (kendala lahan, red), dan proyek pelabuhan Patimban perlu dievaluasi," sambung Bhima.

Kemudian, kata dia, guna meningkatkan penyerapan tenaga kerja, pemerintah juga harus mulai berbagi proyek dengan perusahaan swasta lokal. Proyek kecil harus bisa dibagi kepada perusahaan swasta lokal.

Sebab, tutur Bhima, salah satu penyebab turunnya kualitas pembangunan infrastruktur terhadap perekonomian negara juga disebabkan karena telah terjadi ketimpangan antara kontraktor besar dan kecil.

"Dari data Gapensi (Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia) proyek infrastruktur pemerintah hanya dilakukan oleh kontraktor besar yang penguasaannya mencapai 87%. Sementara, kontraktor lokal kecil hanya kebagian 6% dari total proyek," ungkap Bhima.

Tidak hanya itu, Bhima juga meminta, agar pemerintah dapat meningkatkan 'trickle down effect' proyek infrastruktur bagi masyarakat. Bhima mengatakan hal tersebut bisa dilakukan dengan memanfaatkan dana desa.

"Dana desa juga bisa digunakan untuk membangun infrastruktur. Lebih baik pemerintah juga fokus pada proyek kecil di 74 ribu desa yang bisa menyerap jutaan pengangguran," pungkasnya.[tsc]

TERKAIT:
loading...
Nama

AUTO,1,DAERAH,82,EKBIS,341,ekonomi,8,GLOBAL,480,HEADLINE,1151,HUKUM,1084,internasional,17,KESEHATAN,12,KHAZANAH,71,KRIMINAL,119,LIFESTYLE,2,METRO,296,metropolitan,1,NASIONAL,2549,OPINI,127,PERISTIWA,1134,POLITIK,1251,SELEB,142,SPORT,27,TEKNO,3,
ltr
item
Gelora.co: Indef Beberkan Proyek Jokowi yang Tak Rasional
Indef Beberkan Proyek Jokowi yang Tak Rasional
"Proyek 35 ribu megawatt perlu dipangkas karena ada kemungkinan terjadi oversupply listrik
https://2.bp.blogspot.com/-iwvPYU7wXn0/Wi-bn14bWHI/AAAAAAABhFo/aidt-O_KsNgXkr0Ruag2RRUxnuCNYDTnQCLcBGAs/s640/Jokowi-Proyek-2.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-iwvPYU7wXn0/Wi-bn14bWHI/AAAAAAABhFo/aidt-O_KsNgXkr0Ruag2RRUxnuCNYDTnQCLcBGAs/s72-c/Jokowi-Proyek-2.jpg
Gelora.co
http://www.gelora.co/2017/12/indef-beberkan-proyek-jokowi-yang-tak.html
http://www.gelora.co/
http://www.gelora.co/
http://www.gelora.co/2017/12/indef-beberkan-proyek-jokowi-yang-tak.html
true
6611013162495397307
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By HOME PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request ke Halaman Utama Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy