$hide=post-mobile

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0$m=0$show=home$hide=mobile$tbg=rgba(27,54,130,1)

$hide=post-label-search-archive-page-404

Bolak-Balik Gereja Katedral ke Masjid Istiqlal

SHARE:


www.gelora.co - Islam dulu bukanlah pilihan pria ini. Namanya Steven Indra Wibowo. Pilihannya dulu malah cenderung ke Budha. Karena dua generasi di atasnya tak sedikit yang beragama Budha.

"Kita orang Tiongkok, kita ditancapin di kepala, lahir dimanapun di penjuru dunia kita tetap orang Tiongkok. 'Kayaknya saya balik ke Budha deh' karena jenuh aja dengan Katholik," tuturnya beberapa waktu lalu di sebuah kajian perkantoran.

Ia merasa jenuh dengan pembaptisan, kasih sakramen minyak dan katekisasi yang hampir setiap hari.

Awal pertama kali mengenal Islam ia akui sebagai bentuk keisengan. Bertanya kepada teman apakah ia bisa masuk agama Islam.

"Lu serius, gereja gimana?" Katanya menirukan omongan temannya.

Ia pun bilang itu bisa dikondisikan.

Akhirnya ia membaca kalimat syahadat yang dipandu oleh ustadz dari teman tersebut. Ternyata masuk Islam tidak seribet baptis dalam Katholik baginya.

Uniknya, selepas masuk Islam Steven masih melayani di gereja. Sebab ia tidak tahu harus bagaimana karena sang teman tidak mengajarinya apa-apa. Namun ia mencoba mencari-cari, menyeberang dari Katedral ke Istiqlal.

Waktu Dhuhur tiba, ia membuka jubah di gereja. Membuka semua perangkat ibadah kekatholikan. Hanya tersisa kalung rosario, kalung salib. Yang ia sembunyikan di balik baju. Sebab itu pemberian kardinal yang tidak pernah ia lepas. Ia pun ke masjid Istiqlal untuk sholat.

Suatu kali ia pernah ketahuan muslim, yang melihat kalungnya menyembul dari baju, di sela-sela kancing.

"Taruh di loker saja," kata muslim tersebut yang tidak lain adalah marbot masjid.

Bapak marbot itulah yang pada akhirnya mengajarinya tentang Islam. Tentang wudhunya yang salah, hanya mengikuti orang-orang saja dan sebagainya. Sebab selama ini ia hanya observer, memperhatikan muslim lain bagaimana ibadahnya.

Pagi ia melakukan ibadat ekaristi, lalu siangnya sholat Dhuhur, sore sholat Ashar, habis itu melayani lagi di gereja. "Hidup saya ketika itu aneh. Serius! Hidup saya bolak-balik (dari Katedral ke Istiqlal). Oh sholat Dhuhur kayak gini, sholat Ashar kayak gini. Tapi saya nyaman dengan Islam," kata dia.

Ia pun memutuskan ketidaklaziman tersebut setelah enam bulan kemudian. Bolak-balik gereja masjid. Ke masjid sholat, di gereja baptis orang. Pernah ia agak terganggu dengan ibu yang mau proses katekisasi karena berbarengan dengan waktu Dhuhur. "Nanti saja Bu. Saya mau nyeberang (Istiqlal)," kisahnya. Ia pun keluar dari pintu belakang agar tidak ketahuan ibu tersebut.

"Bapak darimana basah-basah?" tanya ibu tersebut seusai Steven sholat Dhuhur.

Steven menjelaskan bahwa ia sedang ada kerjaan kecil yang memakan keringat.

Pada akhirnya Steven memutuskan untuk resign dari gereja. Seharusnya sebagai pengabdi gereja tidak ada kata resign kecuali kecuali kematian.

Papanya pun sempat heran saat Steven bilang resign.

"Ada masalah dengan iman?" tanya papanya.

Ia menjawab tidak ada. "Masalahnya saya tidak lagi di iman Katholik, Pa!"

"Saya sudah Islam," katanya lagi. Ia menyadari ada kesalahan dalam penyampaian sehingga harus beradu fisik dengan ayahnya. Hingga akhirnya ia masuk rumah sakit.

Tidak lama kemudian datang advokat keluarga membawa beberapa lembar surat ke rumah sakit.

Steven diminta tanda tangan, "Pelepasan hak waris," kata advokat itu. Steven pasrah saja dan sudah tahu sedari awal.

Ia pergi dari rumah dan menghadapi kehidupan yang lebih menantang. Hingga kini ia masih istiqomah berislam dan aktif berdakwah di Muallaf Center. [bdn]

TERKAIT:
loading...
Nama

AUTO,1,DAERAH,82,EKBIS,341,ekonomi,9,GLOBAL,480,HEADLINE,1151,HUKUM,1087,internasional,17,KESEHATAN,12,KHAZANAH,72,KRIMINAL,119,LIFESTYLE,2,METRO,297,metropolitan,1,NASIONAL,2555,OPINI,127,PERISTIWA,1151,POLITIK,1267,SELEB,148,SPORT,27,TEKNO,3,
ltr
item
Gelora.co: Bolak-Balik Gereja Katedral ke Masjid Istiqlal
Bolak-Balik Gereja Katedral ke Masjid Istiqlal
Kita orang Tiongkok, kita ditancapin di kepala, lahir dimanapun di penjuru dunia kita tetap orang Tiongkok
https://2.bp.blogspot.com/-qXTqI0vS2wk/WiCnVvL9tlI/AAAAAAAAE3c/ynZs9i0l8BQPxNG2WQ-4tnEtB1rlYTSaQCLcBGAs/s640/IMG_20171201_061810.png
https://2.bp.blogspot.com/-qXTqI0vS2wk/WiCnVvL9tlI/AAAAAAAAE3c/ynZs9i0l8BQPxNG2WQ-4tnEtB1rlYTSaQCLcBGAs/s72-c/IMG_20171201_061810.png
Gelora.co
http://www.gelora.co/2017/12/bolak-balik-gereja-katedral-ke-masjid.html
http://www.gelora.co/
http://www.gelora.co/
http://www.gelora.co/2017/12/bolak-balik-gereja-katedral-ke-masjid.html
true
6611013162495397307
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By HOME PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request ke Halaman Utama Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy