$hide=post-mobile

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0$m=0$show=home$hide=mobile$tbg=rgba(27,54,130,1)

$hide=post-label-search-archive-page-404

Paus Fransiskus Tak Sebut "Rohingnya" Di Pidato Utamanya Di Myanmar

SHARE:


www.gelora.co - Paus Fransiskus telah menyampaikan pidato utama di Myanmar pekan ini dengan menuntut penghormatan terhadap setiap kelompok etnis. Pidato tersebut tidak secara spesifik menyebut kata "Rohingya".

"Masa depan Myanmar harus damai, damai berdasarkan penghormatan terhadap martabat dan hak setiap anggota masyarakat, menghormati setiap kelompok etnis dan identitasnya, menghormati peraturan undang-undang, dan menghormati tatanan demokrasi. yang memungkinkan setiap individu dan setiap kelompok, tidak ada yang dikecualikan, untuk menawarkan kontribusi yang sah untuk kebaikan bersama," kata Paus Fransiskus dalam pidatonya seperti dimuat BBC. 

Ia menambahkan bahwa harta karun Myanmar terbesar adalah rakyatnya sendiri. Paus menyebut, masyarakat lah yang menderita akibat konflik sipil dan permusuhan yang berlangsung lama dan menciptakan perpecahan yang dalam. 

"Seiring bangsa sekarang berupaya memulihkan perdamaian, penyembuhan luka-luka itu harus menjadi prioritas politis dan spiritual yang terpenting," kata Paus. 

"Perbedaan agama tidak perlu menjadi sumber perpecahan dan ketidakpercayaan, melainkan kekuatan untuk persatuan, pengampunan, toleransi dan pembangunan bangsa yang bijak," sambungnya. 

Penggunaan kata "Rohingnya" memang menjadi salah satu sorotan utama kunjungan Paus ke Myanmar. Kelompok HAM mendesak Paus untuk menggunakan istilah tersebut untuk mendukung masyarakat Rohingya yang menjadi korban kekerasan sipil. 

Namun, Gereja Katolik di Myanmar telah memberitahunya bahwa istilah tersebut dapat menyebabkan kesulitan bagi umat Katolik. Pasalnya, elit Myanmar sendiri tidak pernah menyebut "Rohingya", melainkan "Warga Bengali" pada kelompok minoritas muslim Rohingya. 

Myanmar telah dituduh melakukan pembersihan etnis, dengan 620.000 orang Rohingya melarikan diri ke Bangladesh sejak Agustus lalu. Myanmar membantah melakukan kesalahan atas hal tersebut.[rmol]

TERKAIT:
loading...
Nama

AUTO,1,DAERAH,82,EKBIS,341,ekonomi,8,GLOBAL,480,HEADLINE,1151,HUKUM,1085,internasional,17,KESEHATAN,12,KHAZANAH,72,KRIMINAL,119,LIFESTYLE,2,METRO,296,metropolitan,1,NASIONAL,2554,OPINI,127,PERISTIWA,1142,POLITIK,1260,SELEB,147,SPORT,27,TEKNO,3,
ltr
item
Gelora.co: Paus Fransiskus Tak Sebut "Rohingnya" Di Pidato Utamanya Di Myanmar
Paus Fransiskus Tak Sebut "Rohingnya" Di Pidato Utamanya Di Myanmar
Masa depan Myanmar harus damai, damai berdasarkan penghormatan terhadap martabat dan hak setiap anggota masyarakat, menghormati setiap kelompok etnis dan identitasnya
https://2.bp.blogspot.com/-2Xn-8mxNDDM/Wh4MoPhOZzI/AAAAAAABf3Q/RO0xbCDG4tsDRPC1YH_aHLw1saODQ2fgQCLcBGAs/s640/514795_07484029112017_Paus_3.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-2Xn-8mxNDDM/Wh4MoPhOZzI/AAAAAAABf3Q/RO0xbCDG4tsDRPC1YH_aHLw1saODQ2fgQCLcBGAs/s72-c/514795_07484029112017_Paus_3.jpg
Gelora.co
http://www.gelora.co/2017/11/paus-fransiskus-tak-sebut-rohingnya-di.html
http://www.gelora.co/
http://www.gelora.co/
http://www.gelora.co/2017/11/paus-fransiskus-tak-sebut-rohingnya-di.html
true
6611013162495397307
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By HOME PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request ke Halaman Utama Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy